Pertama, siapakah orang-orang yang telah digunakan Allah untuk mengubah Anda? Apakah Anda melihat suatu pola? Sangat mungkin mereka sungguh-sungguh mengasihi Anda, mereka tidak bersikap menghakimi, mereka bisa mengucapkan perkataan yang keras kepada Anda, dan mereka tetap bersama Anda bahkan ketika Anda tidak dapat mengendalikan diri. Sementara Anda mengingat mereka, bersyukurlah kepada Allah. Melalui mereka, Dia telah menjumpai Anda dengan anugerah-Nya.
Kedua, apakah Anda merasa dihakimi oleh orang lain? Apakah Anda menggunakan hal itu sebagai alasan untuk menarik diri dari orang-orang yang mengasihi Anda? Setiap langkah yang memisahkan dan melepaskan diri merupakan langkah menuju kegelapan. Jangan melangkah ke sana. Pertama, pertimbangkan apa yang mereka katakan. Apakah mereka benar? Apakah ada setitik kebenaran di dalam apa yang mereka katakan? Jika demikian, jadilah seorang pendengar. Ini merupakan salah satu tanda dari orang yang bijaksana. Ditegur tidaklah sama dengan dihakimi secara munafik.
Ketiga, jika Anda ketahuan telah mengalami kecanduan dan hidup Anda terasa menyedihkan, berhati-hatilah. Apakah Anda merindukan hari-hari ketika kecanduan yang Anda lakukan sembunyi-sembunyi itu terasa menyenangkan? Apakah Anda merasa lebih terusik oleh konsekuensi dari perbuatan Anda dari pada oleh dosa itu sendiri? Jika memang demikian, hal ini berarti bahwa Anda masih diperbudak oleh kecanduan. Bicarakan hal ini secara terbuka dan jujur pada seseorang. Jika hal ini Anda rasakan sebagai langkah yang terlalu besar, bergabunglah dengan kelompok orang yang mengalami kecanduan dan ceritakan hal ini di sana.
Keempat, ingatlah, apa yang terjadi ini adalah mengenai hubungan Anda dengan Allah.
(dari buku "Kecanduan" [Surabaya: Momentum])
Renungan, Kutipan, Ayat dalam Teologi Reformed untuk Memperlengkapi Gereja bagi Kemuliaan Tuhan
Rabu, 04 Juni 2014
Selasa, 03 Juni 2014
Ayat-Ayat: Mendukakan Roh Kudus
Yes_63:10 Tetapi mereka memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya; maka Ia berubah menjadi musuh mereka, dan Ia sendiri berperang melawan mereka.
Efe_4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Efe_4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
Ayat-Ayat: Menyusahi Tuhan
Yes_43:24 Engkau tidak membeli tebu wangi bagi-Ku dengan uang atau mengenyangkan Aku dengan lemak korban sembelihanmu. Tetapi engkau memberati Aku dengan dosamu, engkau menyusahi Aku dengan kesalahanmu.
Mal_2:17 Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"
Mal_2:17 Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"
Senin, 02 Juni 2014
Kalimat Penting: Setia Perkara Kecil (2)
"Meskipun Tuhan menjanjikan untuk mempercayakan perkara-perkara besar, namun orang-orang yang sungguh-sungguh setia dalam perkara kecil tidak pernah bermotivasi dan berpikir untuk setia agar memperoleh perkara besar. Mereka hanya setia demi menyenangkan Tuhan yang telah mencipta dan menebus mereka".
Kalimat Penting: Setia Perkara Kecil (1)
"Orang yang setia dalam perkara kecil adalah orang-orang yang setia dalam perkara-perkara yang rutin, yang tidak kelihatan dan yang tidak mendatangkan upah baik uang atau pun nama besar".
Minggu, 01 Juni 2014
Kalimat Penting: Abraham Kuyper: Buruh Sebagai Gambar Allah
"Demikian pula, buruh harus dapat hidup sebagai orang yang telah diciptakan menurut gambar Allah. Ia harus mau memenuhi panggilannya sebagai seorang manusia yang harus bekerja dan memenuhi kebutuhan hidupnya maupun keluarganya. Ia juga harus mau hidup untuk melayani Tuhan. Karena alasan ini maka setiap orang berhak untuk menjalani Sabat - prinsip penting untuk mengingatkan kita agar tidak terjerumus ke dalam kehidupan yang sepenuhnya dikuasai materi".
(dari buku "Iman Kristen dan Problema Sosial" [Surabaya: Momentum])
(dari buku "Iman Kristen dan Problema Sosial" [Surabaya: Momentum])
Kalimat Penting: Abraham Kuyper: Hormati Pekerja Kita!
"Kita juga harus menghormati pekerja kita sebagai sesama manusia, satu umat ciptaan Tuhan, dan tidak merendahkanya dengan menganggap hanya sebagai alat (lih. Mal. 2:10)".
(dari buku "Iman Kristen dan Problema Sosial" [Surabaya: Momentum])
[Mal 2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?]
[Biarlah kita memperhatikan dan menghormati orang-orang yang bekerja membantu kita, baik staf, karyawan, pembantu dan sebagainya]
(dari buku "Iman Kristen dan Problema Sosial" [Surabaya: Momentum])
[Mal 2:10 Bukankah kita sekalian mempunyai satu bapa? Bukankah satu Allah menciptakan kita? Lalu mengapa kita berkhianat satu sama lain dan dengan demikian menajiskan perjanjian nenek moyang kita?]
[Biarlah kita memperhatikan dan menghormati orang-orang yang bekerja membantu kita, baik staf, karyawan, pembantu dan sebagainya]
Langganan:
Postingan (Atom)