Senin, 31 Desember 2012

Ayat-Ayat: Peringatan "Akan Datang Waktunya"

"'Sesungguhnya waktu akan datang', demikianlah firman TUHAN Allah, 'Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan, bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman Tuhan'" (Amos 8:11).

"Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku selama masih siang. Akan datang malam di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja" (Yoh. 9:4).

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama" (2 Tim. 3:1-2).

"Karena akan datang waktunya, orang tidak lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan telinganya" (2 Tim. 4:3).

Ayat-Ayat: Maksud Kedatangan Tuhan Yesus

"Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakanya, melainkan untuk menggenapinya" (Mat. 5:17)

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat. 20:28)

"JawabNya: Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang" (Mrk. 1:38).

"Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat" (Luk. 5:32).

"Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Luk. 19:10).

"Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan" (Yoh. 10:10B)

"Lalu Aku berkata: sungguh Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku; untuk melakukan kehendakMu, ya AllahKu" (Ibr. 10:7).


Minggu, 30 Desember 2012

Rahasia Keberhasilan

"Rahasia keberhasilan adalah melakukan hal-hal biasa dengan luar biasa"

"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina" (Ams 22:29)

(dari buku "Kisah-Kisah Rohan Pembangkit Semangat untuk Pemimpin")

Tidak Mengambil Keputusan

"Tidak mengambil keputusan seringkali lebih buruk dari pada bertindak salah".

"Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidup" (Yak. 1:8)

(dari buku "Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat untuk Pemimpin")

Sabtu, 29 Desember 2012

Yap Un Han: Ciri Hamba/ Pelayan Tuhan (4)

Keenam, memiliki temperamen seorang hamba Tuhan.

Nabi Elisa dapat dikenal oleh perempuan dari Sunem dengan mengatakan pada suaminya, "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus" (2 Raj. 4: 9).

Para nabi pada zaman itu memakai pakaian khusus. Dalam 1 Raja-Raja 19:19 disebutkan bahwa Elia memakaikan bajunya apa pada diri Elisa.

Sikap seorang hamba Tuhan lebih penting dari pakaian, karena cara berpakaian hanya bagian kecil dari sikap sedangkan sikap adalah pernyataan seutuhnya dari karakter seseorang. Orang dapat menghormati atau melecehkan seorang hamba Tuhan dengan melihat dari cara ia mengangkat tangan, gayanya waktu berbicara dan mimiknya waktu tertawa dan sebagainya.

Pdt. Dr. Samuel Tang berpendapat bahwa untuk bisa mempunyai sikap yang baik, diperlukan latihan kesalehan. Untuk itu, ada dua hal yang perlu dikerjakan, yaitu: bermeditasi dalam rangka pembinaan secara batiniah dan belajar dalam rangka pembinaan untuk menjadi bijaksana.

(dari buku: "Problematika Hamba Tuhan")

Yap Un Han: Ciri Hamba/ Pelayan Tuhan (3)

Kelima, memiliki sikap menerima tantangan baru.

Sampai saat ini, masih banyak pimpinan gereja mempunyai prasangka buruk atau kesalahpahaman terhadap pekerjaan di bidang misi. Gereja di pedesaan, dengan alasan anggota sedikit dan perekonomian gereja yang lemah, tidak mengerjakan pekerjaan misi, padahal bisa dengan ruang lingkup yang lebih kecil. Banyak gereja besar di kota mempunyai banyak uang dan tenaga, karena memiliki hati yang lebih rela menyimpan uang di bank dengan mendapat bunga, dari pada menggunakannya untuk pekabaran Injil yang membawa jiwa-jiwa kembali kepada Tuhan.

Perlu diingat bahwa pekerjaan gereja yang tidak mengalami kemajuan akan mengalami kemunduran. Sekalipun ada kemajuan di segala bidang pada zaman ini, tetapi pihak gereja tidak mengimbanginya dalam penginjilan. Mereka tetap mempergunakan cara lama yaitu: hari minggu datang beribadah, setiap minggu satu kali ada kebaktian persekutuan doa dan kesaksian, setiap minggu satu kali mengadakan perkunjungan. Pimpinan gereja terhadap tugas penginjilan tidak ada terobosan, tidak ada rencana, tidak terorganisir, tidak ada pelatihan, tidak ada dorongan dan tidak pula menggunakan strategi dan metode baru.

(dari buku "Problematika Hamba Tuhan")

Jumat, 28 Desember 2012

Yap Un Han: Ciri Hamba/Pelayan Tuhan (2)

Ketiga, memiliki hidup berlimpah. Seseorang yang memiliki Roh Kudus, ia memiliki hidup rohani. Setelah dipenuhi atau dikuasai oleh Roh Kudus, ia mempunyai hidup rohani yang berkelimpahan. Sebab itu, seseorang yang mempunyai hidup rohani yang baik secara wajar, akan menyatakan hidup rohani yang berkelimpahan.

Keempat, memiliki kelapangan dada. Seorang hamba Tuhan, harus memiliki kelapangan dada seperti Tuhan Yesus. Pada waktu Yohanes datang memberitahukan kepada Tuhan bahwa ada orang yang atas namaNya mengusir setan. Yohanes meminta agar Tuhan menghentikannya. Tetapi Yesus menjawab, "jangan kamu cegah, sebab barang siapa yang tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu" (Luk. 9:49).

Hamba Tuhan juga mempunyai kelapangan dada seperti rasul Paulus. Ia mengatakan, "supaya kamu tidak beraib dan tiada bernoda sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah. Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. Dan kamu juga harus bersukacita demikian, bersukacitalah dengan aku" (Flp. 1:15-18).

Hamba Tuhan juga perlu belajar dari Musa. Pada suatu hari datang seorang remaja kepada Musa, dengan mengatakan bahwa ada dua orang sedang bernubuat. Laporan ini langsung ditanggapi oleh Yosua dengan meminta agar Musa menghentikannya. Tapi jawab Musa, "apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah kalau seluruh umat Tuhan menjadi nabi oleh karena Tuhan memberi RohNya hinggap kepada mereka!" (Bil. 11:29). Dalam terjemahan Mandarin dikatakan, "apakah kamu iri karena aku terhadap orang itu?"

Pada waktu Musa mengambil perempuan Kusy sebagai istrinya, ia dikata-katai oleh kakaknya Miriam dan Harun. Namun Musa tidak membalasnya. Tuhan sendiri bersaksi bahwa Musa adalah seorang yang lembut hatinya melebihi orang lain (Bil. 12:1).

(dari buku "Problematika Hamba Tuhan")