Sabtu, 18 Agustus 2018

Rusa Merindukan Sungai Yang Berair

Mazmur 42-2: "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. "
Rusa sesungguhnya bukan merindukan air, tetapi merindukan sungai yang berair, sumber dari air itu. Ia bukan sekedar ingin agar ada air tetapi ia ingin akan sumber airnya.
Demikian pula kita. Kita seharusnya merindukan Tuhan, sumber berkat itu, dan bukan sekedar merindukan berkat berkat Tuhan.

(Posting FB 24 Juli 2018)

Kehidupan Penyerahan Diri

"Kehidupan Kristen adalah kehidupan penyerahan diri kepada Tuhan".

Pdt. Yap Un Han (1914-1995)
(Mantan Rektor Singapore Bible College, seorang hamba Tuhan yang menyerahkan diri dalam KKR John Sung tahun 1938 di Kuala Lumpur

(Posting FB 4 Agustus 2018)

Amsal-Amsal Kebangsaan

"Jikalau tidak ada pimpinan, jatuhlah bangsa, tetapi jikalau penasihat banyak, keselamatan ada" (Amsal 11:14 - perlu pemimpin yang kuat, ahli yang pintar dan jujur)
"Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa" (Amsal 14:34 - pemerintah harus memperjuangkan kebenaran dan keadilan)
"Semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas" (Amsal 30:25 - rajin & bijaksana/ aspek ekonomi)
"Pelanduk, bangsa yang lemah, tetpai yang membuat rumahnya di bukit batu" (Amsal 30:26 - tekun & aspek infrastruktur)
"Dalam besarnya jumlah rakyat terletak kemegahan raja, tetapi tanpa rakyat runtuhlah pemerintah" (Amsal 14:28 - pemerintah dan elit politik hendaknya menghargai dan mencintai rakyat, jangan mempermainkan rakyat)
"Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena tahta menjadi kokoh oleh kebenaran" (Amsal 16:12 - kiranya pemimpin yang dipilih tahun 2019 adalah pemimpin yang dipenuhi kebenaran bukan kebohongan)
"Raja yang menghakimi orang lemah dengan adil, tahtanya tetap kokoh untuk selama-lamanya" (Amsal 29:14 - keadilan ditentukan dengan perlakuan terhadap minoritas dan orang miskin)
"Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina" (Amsal 22:29 - kiranya yang menjadi pemimpin kita baik nasional maupun daerah adalah orang-orang yang cakap dalam pekerjaannya)

Selamat hari ulang tahun Republik Indonesia! Tuhan memberkati bangsaku
17 Agustus 2018

Sabtu, 02 September 2017

Setia dan Bertumbuh dalam Penderitaan

Dalam Alkitab Perjanjian Lama, ada 3 orang yang mengalami kesulitan yang berat: Ayub, Penulis Mazmur 73 dan Habakuk.

Ayub mengalami penderitaan yang bukan karena kesalahannya. Penulis Mazmur 73 mengalami kesulitan meski bukan karena kesalahannya. Ia malah melihat orang fasik semakin senang. Habakuk melihat kebenaran ditindas oleh kelaliman.

Ketiganya menerima jawaban atas pergumulan dari firman Tuhan (Ayub 38-41; Mzm. 73:16-19; Hab. 2:1-20).

Ketiganya juga mengalami perubahan sikap hati dan komitmen hidup setelah mendengarkan firman Tuhan.

Ayub berkata, "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau" (42:5).

Penulis Mazmur berkata, "Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya" (73:26).

Habakuk berkata, "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan...namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku" (3:18-19).

Dari ketiganya, hanya Ayub yang dicatat mengalami perubahan keadaan. Namun ketiganya mengalami perubahan hati dan hidup.

Dalam penderitaan, mereka setia dan bertumbuh.

Paradoks Pelayan

Bisa masuk sekolah teologi, belum tentu lulus.

Bisa lulus, belum tentu ada pelayanan.

Bisa ada pelayanan, belum tentu jadi berkat bagi orang lain.

Bisa jadi berkat, belum tentu setia kepada Tuhan sampai mati.

Bisa setia sampai mati, hanya anugerah Tuhan semata.

Kerendahan Hati

1 Petrus 5:5-6: "'Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati'. Karena itu, rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat".

Ciri-ciri orang yang rendah hati:

1. Tidak merasa dirinya layak.

2. Mengakui kesalahan-kesalahannya dan mencari belas kasihan Tuhan.

3. Tidak menghitung jasa-jasanya.

4. Mengakui bahwa tanpa Tuhan, semuanya sia-sia dan tidak mungkin.

5. Mengakui bahwa semua hal yang baik dalam hidupnya adalah anugerah Tuhan.

6. Mengakui ketidakmampuan diri, kelemahan diri.

7. Tidak memandang rendah orang lain, tidak menghitung kesalahan-kesalahan orang lain.

8. Tidak menonjolkan diri, tidak memamerkan kehebatannya.

9. Tidak mengejar hal-hal yang terlalu tinggi tetapi setia dalam perkara kecil.

Amsal 16:5: "Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh ia tidak akan luput dari hukuman".

Selasa, 14 Februari 2017

Kasihilah...

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat. 22:37).

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Mat. 22:39).

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk. 6:27)

Kasihilah seorang akan yang lain (Yoh. 15:17).

Kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Efe. 5:25).

Kasihilah saudara-saudaramu (1 Pet. 2:17)