Selasa, 14 Februari 2017

Kasihilah...

Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (Mat. 22:37).

Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Mat. 22:39).

Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu (Luk. 6:27)

Kasihilah seorang akan yang lain (Yoh. 15:17).

Kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Efe. 5:25).

Kasihilah saudara-saudaramu (1 Pet. 2:17)

Sabtu, 04 Februari 2017

Kedaulatan Allah dan Hidup Orang Reformed

Salah satu pengakuan yang paling penting dalam teologi Reformed adalah pengakuan bahwa Allah berdaulat. Allah berdaulat berarti Allah berhak dan berkuasa menetapkan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya di dalam keputusan-keputusan yang kudus, bijaksana dan mencerminkan karakter-karakter Allah. Semua yang dikehendaki Allah pasti terjadi, tanpa kecuali, bagi kemuliaan-Nya.

Doktrin kedaulatan Allah dapat diterapkan dalam kehidupan orang Reformed di dalam beberapa hal.

Pertama, mengaku Allah berdaulat berarti mengaku bahwa Allahlah yang memegang peranan dalam hidupku, bukan diriku, bukan orang lain. Karena itu, dalam segala hal aku mencari kehendak Tuhan sebagai dasarku untuk bertindak. Aku menjalankan apa yang dikehendaki Allah untuk menyenangkan-Nya. Hidupku berjalan sesuai dengan firman Tuhan. Ketaatan kepada Tuhan adalah keharusan.

Kedua, mengaku Allah berdaulat berarti mengaku bahwa segala sesuatu yang baik berasal dari Allah. Karena itu, aku datang kepada Allah dalam doa untuk menyampaikan permohonan bagi segala sesuatu yang baik. Orang yang mengaku Allah berdaulat seharusnya adalah orang yang sangat banyak berdoa.

Ketiga, mengaku Allah berdaulat berarti berani melakukan apapun yang menyenangkan Tuhan dan menolak melakukan apapun yang menyakiti hati Tuhan. Penyangkalan diri adalah konsekuensi logis dari pengakuan bahwa Allah berdaulat.

Keempat, mengaku Allah berdaulat berarti belajar mempercayai Allah dalam hal-hal yang tampak sulit dipahami dengan Allah. Orang yang mengaku Allah berdaulat akan memuji Tuhan dalam keadaan apapun termasuk yang paling sulit dan pahit.

Kelima, mengaku Allah berdaulat berarti mengaku Allah-lah yang memimpin sejarah. Dalam segala peristiwa di dalam dunia, orang-orang yang mengakui kedaulatan Allah tetap tenang dalam iman.

Tuhan memberkati

Senin, 15 Agustus 2016

Mengapa Perlu Bersaat Teduh?

Mengapa seseorang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, harus bersaat teduh setiap pagi, merenungkan firman Tuhan dan berdoa syafaat?

Pertama, karena kita ditebus oleh Tuhan Yesus untuk bersekutu dengan Allah. Seharusnya kita bersekutu dengan Tuhan setiap pagi.

Kedua, melalui saat teduh, kita belajar mengutamakan Tuhan, sebelum semua urusan lain.

Ketiga, dalam saat teduh, kita mengevaluasi diri agar kita tidak makin jauh dari Tuhan dan kebenaran-Nya.

Keempat, kita belajar membawa semua perkara dalam doa pagi kita.

Kelima, dalam Matius 4:4, Tuhan Yesus berkata bahwa manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Roti adalah makanan bagi tubuh, firman Allah adalah makanan bagi jiwa.

Selamat bersaat teduh.

(disarikan dari sharing singkat beberapa minggu di mimbar GRII Kebon Jeruk dan GRII Semarang)

Rabu, 01 April 2015

John Piper: Kasih Kristus Yang Tak Terselami

Banyak orang saat ini mengatakan bahwa Yesus tidak berperasaan dan tidak mengasihi karena membiarkan Lazarus mati. Dan mereka akan menambahkan kritik ini: yaitu bahwa Ia arogan dan menyombongkan diri karena Ia termotivasi oleh hasrat untuk mempertontonkan kemuliaan-Nya sendiri.

Hal ini memang memperlihatkan bahwa buat kebanyakan orang, nilai kehidupan yang bebas rasa sakit itu jauh melampaui kemuliaan Allah. Bagi kebanyakan orang, kasih adalah peletakan nilai kemanusiaan dan kesejahteraan manusia pada tingkat tertinggi. Dengan demikian tidaklah masuk akal bagi mereka bila dikatakan bahwa tindakan Yesus adalah perilaku mengasihi.

Namun marilah kita mempelajari dari Yesus apakah itu kasih dan apakah kesejahteraan kita yang sesungguhnya. Kasih adalah melakukan apa saja yang Anda butuhkan untuk menolong orang melihat dan mencecap kemuliaan Allah dalam Kristus untuk selama-lamanya. Kasih menempatkan Allah di pusat. Meniru Yesus dalam hal ini tidak berarti mengasihi dengan mempertontonkan kemuliaan kita. Meniru berarti kita memperlihatkan kemuliaan-Nya.

Yesus memperlihatkan kemuliaan diri-Nya dan Bapa-Nya. Kita harus memuliakan Yesus dan Bapa-Nya. Yesus adalah Pribadi di alam semesta ini yang untuk-Nya ekaltasi diri merupakan kebajikan tertinggi dan tindakan kasih terbesar. Kita bukanlah Allah. Karena itu, bukanlah kasih namanya jika kita mengarahkan orang lain kepada diri kita sebagai landasan bagi sukacita mereka. Yang seperti itu adalah sebuah gangguan yang tidak berdasarkan kasih. Kasih berarti menolong orang lain melihat dan mengecap Kristus untuk selama-lamanya.

(dari buku "God is the Gospel" [Malang: Literatur SAAT])