Jumat, 31 Januari 2014

Kristus = Satu-Satu-Nya Juruselamat (Logika Lain)

Analogi:
Jika suatu benda mengalami kerusakan, pihak yang paling mampu secara logika untuk memperbaikinya adalah produsennya atau pabriknya. Paling sedikit, distributor atau bengkel resminya di daerah-daerah mempunyai petunjuk untuk memperbaikinya. Sejalan dengan analogi ini, pihak yang paling sah dan mampu secara logika untuk menyelesaikan dosa manusia adalah Allah Pencipta. Tuhan Yesus adalah Allah Pencipta (Yoh. 1:3) sehingga Ia berkuasa menyelesaikan dosa manusia.

Konsekuensi Logis:
Jika seluruh dunia sudah buntu oleh dosa karena tidak ada manusia yang tidak berdosa maka solusi bagi dosa haruslah dari luar dunia dan dari pihak yang tidak berdosa. Hal ini adalah konsekuensi logis. Hanya dua pihak dari luar manusia yang tidak berdosa yakni malaikat dan Allah. Malaikat tidak mungkin menyelesaikan dosa karena mereka bukan Pencipta manusia. Di sini jelas, mengapa Tuhan Yesus adalah satu-satu-Nya Juruselamat. Ia adalah Allah sejati, Pencipta alam semesta dan tidak berdosa (Ibr. 4:15; 2 Kor. 5:21).




Kristus = Satu-Satu-Nya Juruselamat (Silogisme Dosa)

Silogisme:
Semua pihak yang paling dirugikan dalam suatu kejahatan/dosa adalah pihak yang paling berhak menentukan penyelesaian bagi kejahatan/dosa itu.

Allah adalah pihak yang paling dirugikan dalam suatu kejahatan/dosa.

Jadi, Allah adalah pihak yang paling berhak menentukan penyelesaian bagi kejahatan/dosa itu.

Efek:
Ketika Allah menentukan domba sebagai penyelesaian bagi dosa di Perjanjian Lama, hal itu adalah sah. Demikian pula ketika Allah menentukan Tuhan Yesus sebagai satu-satu-Nya Juruselamat bagi umat manusia, hal tersebut juga adalah sah. Roma 3:25 menyatakan bahwa Kristus adalah jalan yang ditentukan Allah bagi penyelesaian dosa manusia.

Kamis, 30 Januari 2014

John Stott: Perzinahan Dalam Hati (2)

Mat 5:27  Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina.
Mat 5:28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.

Ajaran Yesus ini yang kebenarannya nyata dalam pengalaman Ayub tersebut, masih kurang berlaku sampai sekarang. Perbuatan-perbuatan onar didahului oleh khayalan-khayalan onar. Dan menggeloranya imajinasi akibat mata yang tidak terkendali. Imajinasi manusia yang bergetar itu (satu dari sekian banyak kebolehan yang membedakan manusia dari binatang) adalah pemberian Allah yang berharga. Takkan ada seni dan mungkin hanya secuil saja dari keberhasilan manusia yang mulia akan tercapai jika bukan karena adanya kebolehan ini. Imajinasi memperkaya kualitas hidup. Namun, semua pemberian Allah harus dipakai secara bertanggung jawab; semua pemberian ini dapat mengalami kemerosotan dan disalahgunakan. Ini istimewa berlaku bagi imajinasi kita.

Diragukan apakah manusia akan kunjung tergoda melakukan hal-hal yang asusila, kalau pintu yang membendung nafsu-nafsunya tadinya tidak dibuat terkuak oleh matanya. Demikian pula jika ada pria dan wanita yang berhasil memantapkan pengontrolan diri dalam perilaku seksualnya, itu adalah karena mereka sebelumnya telah belajar memantapkan pengontrolan mereka atas mata badani maupun mata imajinasinya.

Barangkali ada baiknya kalau dalam hubungan ini kita singgung juga secara sambil berlalu cara berbusana gadis-gadis kita. Memang akan menertawakan kita jika usulan peraturan yang ketat mengenai cara berbusana. Bukan itu yang kita maksud. Yang perlu ialah: tahu menahu tentang beda antara berbusana supaya penampilannya menarik dan berbusana supaya penampilannya merangsang. Naluri wanit apeka sekali terhadap benda ini, demikian juga naluri kaum pria.

(dari buku "Khotbah di Bukit")

John Stott: Perzinahan Dalam Hati (1)

Mat 5:27  Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina.
Mat 5:28  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya.

Istimewa penyamaan "memandang dengan berahi kepada seorang wanita" dan berzina dengan dia dalam hati" perlu kita simak benar-benar. Adakah kaitan antara mata dengan hati, yang menyebabkan Yesus dalam dua ayat berikutnya memberikan beberapa perintah tentang cara praktis untuk melestarikan kemurnian seksual. Argumentasinya adalah sebagai berikut: jika memandang dengan berahi berarti berzina dalam hati, dengan perkataan lain, jika zina hati berpangkal pada zina mata (mata hati mendapat rangsangan dari mata badan), maka cara satu-satunya untuk mengatasi soal itu terletak pada pangkalnya yakni pada mata. 

Ayub, si saleh, mengakui bahwa ia telah belajar dari kenyataan ini. "Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan anak dara? Jikalau hatiku tertarik kepada perempuan..." maka akan ia akui bahwa ia telah berdosa dan patut dihukum Allah (Ayb 31:1, 9, 11). Sebaliknya 2 Ptr. 2:14, di mana guru-guru palsu dilukiskan sebagai yang "matanya penuh nafsu zina dan tidak pernah jemu berbuat dosa". Tetapi Ayub tidak pernah berbuat hal-hal ini. Terkendalinya adalah berkat terkendalinya mata.

bersambung...

(dari buku "Khotbah di Bukit")

Rabu, 29 Januari 2014

Orang Yang Membuang Kesempatan

Orang yang membuang kesempatan yang diberi oleh Tuhan mengalami kerugian dua kali.

Terdapat beberapa macam ciri orang yang membuang kesempatan. Pertama, orang yang tidak peka dan tidak memahami apa itu kesempatan berharga. Kedua, orang yang berfokus kepada perkara-perkara sementara dan hal-hal kedagingan sehingga kehilangan kesempatan berharga yang diberi oleh Tuhan. Ketiga, orang yang sadar bahwa kesempatan itu sudah datang tetapi karena takut, malas atau tidak mau keluar dari zona nyaman sehingga dengan sengaja membuang kesempatan.

Ia mengalami kerugian dua kali. Pertama, ia rugi di masa kini karena membuang kesempatan yang tidak tentu datang lagi. Di dalam dunia inipun ia sudah mengalami kerugian itu.

Kedua, ia akan dihakimi dalam kekekalan oleh Tuhan yang memberi waktu dan kesempatan karena sudah membuang anugerah Tuhan yang berharga.

Marilah kita minta anugerah Tuhan untuk peka terhadap waktu dan kesempatan dan memakainya dengan bertanggung jawab.

Orang Yang Tidak Menjaga Integritasnya

Orang yang tidak menjaga integritasnya akan membunuh masa lalu dan membunuh masa depan melalui tindakan masa kini.

Orang yang tidak menjaga integritas adalah orang yang dengan pikiran pendek mengejar keuntungan/kenikmatan pribadi melalui cara-cara yang tidak benar di hadapan Tuhan.

Integritasnya yang dibangun dengan susah payah sejak masa lampau dihancurkan hanya dalam sesaat. Banyak harga yang sudah dibayar untuk pembangunan integritas itu tetapi semuanya kini hancur berkeping-keping.

Ia sedang membunuh masa depannya karena membuat orang tidak lagi mempercayainya di kemudian hari. Amsal 22:1 menyatakan dengan jelas bahwa nama baik dan kepercayaan lebih berharga dari harta, berapapun besarnya harta itu. Nama baik dan kepercayaan dapat mendatangkan harta tetapi harta tidak mungkin dipakai untuk membeli nama baik dan kepercayaan.

Mari kita minta anugerah Tuhan setiap hari untuk menjaga kesucian dan integritas.

Selasa, 28 Januari 2014

Mereka Juga Melakukan Pekerjaan Tuhan

1 Kor. 16:10: "Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku."

Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk memperhatikan Timotius karena ia juga melakukan pekerjaan Tuhan.

Konsep ini membawa kita menyadari bahwa perlu adanya hati yang luas untuk memperhatikan dan mendoakan orang-orang lain yang meski mereka berada di luar tembok gereja kita tetapi mereka juga melakukan pekerjaan Tuhan: para misionaris, para penginjil pedesaan, para dosen sekolah teologi dan lainnya.

Doakan dan perhatikan mereka...

Sukacita, Anak & Kebenaran

3 Yoh.1:4: "Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar dari pada mendengar, bahwa anak-anakku hidup dalam kebenaran."

Inilah sukacita yang seharusnya menjadi kerinduan para orang tua dan guru. Sukacita itu mempunyai kriteria yang jelas bahwa anak-anak kita hidup dalam kebenaran.

Sukacita yang lebih dari pada pandangan akan kenyataan bahwa anak-anak kita mencapai kesuksesan menurut kacamata manusia secara umum: harta, gelar, dan lain-lainnya.

Apa gunanya banyak gelar dan banyak harta tetapi hidupnya tidak benar? Hal ini tampak dalam fakta bahwa banyak koruptor yang ditangkap KPK adalah doktor-doktor dan orang-orang berjabatan tinggi dengan gaji yang tidak kecil.

Senin, 27 Januari 2014

Kalimat Penting: Bukan Meragukan Tetapi Memastikan

"Kita perlu memberitakan Injil bagi orang-orang yang mengaku diri Kristen, yang berada dalam gereja dan yang melayani sekalipun. Mereka bisa bertanya, 'mengapa saya diInjili? Apakah meragukan saya?' Jawaban kita adalah 'bukan meragukan tetapi memastikan. 'Kan lebih baik begitu?'"

Kalimat Penting: Gereja Yang Tidak Ada Aturan

"Gereja yang tidak ada aturan adalah gereja yang tidak menghormati Tuhan dan tidak menghormati pekerjaan Tuhan. Jemaat perlu bertanya kepada hamba Tuhan/ majelis jika dalam gereja, orang begitu gampang melayani, begitu gampang dibaptis, begitu gampang dinikahkan, begitu gampang naik mimbar, tidak ada syarat, tidak ada aturan. Jemaat sebaiknya jangan senang tetapi sedih".

Minggu, 26 Januari 2014

Ayat-Ayat: Menghormati Tuhan (2)

[Bacalah ayat-ayat sebelum dan sesudahnya untuk memahami konteksnya]

Mal_1:6  Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Mal_2:2  Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.

Mal_3:16  Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."

Yoh_5:23  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Yoh_8:49  Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku.


Ayat-Ayat: Menghormati Tuhan (1)

[Bacalah ayat-ayat sebelum dan sesudahnya untuk memahami konteksnya]

Im_19:30  Kamu harus memelihara hari-hari sabat-Ku dan menghormati tempat kudus-Ku; Akulah TUHAN.

Bil_20:12  Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."

1Sa_2:29  Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?

1Sa_2:30  Sebab itu--demikianlah firman TUHAN, Allah Israel--sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang--demikianlah firman TUHAN--:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.

Yes_58:13  Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,

Yes_66:5  Dengarlah firman TUHAN, hai kamu yang gentar kepada firman-Nya! Saudara-saudaramu, yang membenci kamu, yang mengucilkan kamu oleh karena kamu menghormati nama-Ku, telah berkata: "Baiklah TUHAN menyatakan kemuliaan-Nya, supaya kami melihat sukacitamu!" Tetapi mereka sendirilah yang mendapat malu.

Sabtu, 25 Januari 2014

Katekismus Jenewa: Apakah Arti Nama Kristus?

Pertanyaan 34: Apa arti perkataan 'Kristus' yang datang sesudahnya?
Jawaban: Oleh gelar itu, jabatan-Nya dinyatakan dengan lebih jelas lagi. Dia telah diurapi oleh Bapa sorgawi untuk menetapkan-Nya sebagai Raja, Imam atau tokoh yang bertugas mempersembahkan korban dan Nabi.

Pertanyaan 35: Dari mana engkau mengetahui hal itu?
Jawaban: Menurut Alkitab, pengurapan harus dipakai untuk ketiga jabatan itu. Dan berkali-kali juga Dia menyatakan menyandang jabatan-jabatan itu.

Pertanyaan 36: Akan tetapi, apa jenis minyak yang dipakai untuk mengurapi Dia?
Jawaban: Bukan minyak kasat mata yang dipakai seperti dalam hal para raja, imam dan nabi dulu. Sebaliknya, Dia telah diurapi dengan karunia-karunia Roh Kudus. Karunia itulah kenyataan yang diungkapkan oleh pengurapan lahiriah yang diselenggarakan pada zaman dahulu (Yes. 61:1; Mzm. 45:8).

Pertanyaan 37: Engkau memakai istilah 'Kerajaan'. Kerajaan apa itu?
Jawaban: Kerajaan itu bersifat rohani dan terdiri dari Firman dan Roh Allah, yang mengandung kebenaran dan kehidupan.

(dari Th van den End, "Enam Belas Dokumen Dasar Calvinisme")

Katekismus Jenewa: Apakah Arti Nama Yesus?

Pertanyaan 30: Marilah kita memasuki bagian kedua.
Jawaban: Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, dst [Pengakuan Iman Rasuli].

Pertanyaan 31: Apa isi pokoknya?
Jawaban: Bahwa kita mengenal Anak Allah sebagai Juruselamat kita, dan cara Dia melepaskan kita dari maut dan memperoleh keselamatan bagi kita.

Pertanyaan 32: Apa arti nama 'Yesus" yang kau pakai itu?
Jawaban: Artinya 'Juruselamat'. Atas perintah Allah, nama itu diberikan kepada-Nya oleh malaikat (Mat. 1:21).

Pertanyaan 33: Apakah pemberian nama dengan cara itu bernilai khusus dibandingkan dengan pemberian nama oleh seorang manusia?
Jawaban: Sudah tentu! Allah menghendaki supaya Dia diberi nama itu,maka perlu Dia benar-benar Juruselamat.

(dari Th. van den End, "Enam Belas Dokumen Dasar Calvinisme")

Jumat, 24 Januari 2014

Jay Adams: Praktek Mengampuni Musuh (2)

Ketika anda membuat rencana, tulislah apa yang akan anda kerjakan dengan mengingat kebutuhan-kebutuhan musuh anda. Pelajarilah kebutuhan-kebutuhannya dan apa yang anda miliki; kemudian tentukanlah bagaimana dan kapan anda dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya (Janganlah menunggu terlalu lama. Mulailah dengan segera sebelum kesulitan-kesulitan muncul).

Tumpukkanlah kebaikan atas musuh anda. Ketika anda merencanakan jawaban anda, pastikanlah bahwa anda merencanakan suatu hal yang nampaknya lebih dari memadai. Dengan cara begitu anda tidak akan mungkin membalas kebaikan secara tidak memadai (ingatlah kata tumpukan). Hancurkanlah keefektifannya; menangkanlah peperangan dan cobalah memenangkan orang itu. Lakukanlah apa yang telah anda rencanakan sebaik yang dapat anda lakukan.

Rencanakanlah secara mendetail, praktekkan bagaimana anda akan mewujudkan rencana anda. Berdoalah agar Tuhan menghantar musuh anda kepada pertobatan.

Kiranya Tuhan memberkati anda dan memberkati musuh-musuh anda!

Jay Adams: Praktek Mengampuni Musuh (1)

Pertama-tama, duduklah dan pikirkanlah hal itu; siapakah yang telah berbuat jahat pada anda baru-baru ini? Orang-orang Kristen? Orang-orang tak beriman? Musuh-musuh anda? Keluarga? Para tetangga? Rekan-rekan seusaha?

Lalu bertanyalah pada diri anda sendiri, "Bagaimanakah aku telah menjawabnya?" Jujurlah. Janganlah anda tutup-tutupi atau sembunyikan kenyataan-kenyataan itu. Mohonlah kebijaksanaan untuk mengingatnya dengan tepat dan menilainya dengan jujur. Buatkanlah penilaian yang tepat tentang bagaimana anda menangani kesulitan-kesulitan dan penganiayaan.

Kemudian, mintalah ampun dari Tuhan untuk setiap kesalahan yang anda ketemukan. Rencanakanlah juga untuk meminta maaf kepada siapa anda telah berbuat salah, pada saat yang tepat secepat mungkin.

Juga, mulailah membuat rencana bagaimana menjawab di masa yang akan datang. Ingatlah bahwa anda mungkin bahkan harus membuat jawaban yang baru kalau anda mencari pengampunan. Maka janganlah tangguhkan untuk membuat rencana. Mulailah bekerja dengan segera. Teruskanlah pekerjaan itu dengan memikirkan jawaban-jawaban yang patut dalam segala macam kondisi dan situasi dan dengan segala macam orang dengan siapa anda mungkin akan ketemu untuk jangka waktu yang lama di masa mendatang.

bersambung...

(Dari buku "Bagaimana Mengalahkan Kejahatan" [Jakarta: Gunung Mulia])

Kamis, 23 Januari 2014

Knox Chamblin: Karakter Keangkuhan (2)

"Keangkuhan selalu berarti perseteruan... bukan hanya perseteruan antara manusia tetapi juga perseteruan terhadap Allah". Allah adalah saingan utama orang angkuh; semangat bersaing dari keangkuhan tidak akan puas sebelum ia dimahkotai sebagai raja dalam dunianya. Keangkuhan adalah "dosa karena ingin menjadi seperti Allah". Itu sebabnya kebenaran tentang Allah yang sejati mereka tekan (Rm 1:18).

Menerima kebenaran berarti mengakui adanya Satu yang tak terhingga besarnya, yang mencelikkan keadaan kita yang sebenarnya, dan sia-sialah bersaing melawan Dia. Hati orang angkuh pasti telah menjadi gelap sehingga tidak memperoleh pengenalan yang benar akan Allah (1:21); sebaliknya Allah merupakan ancaman yang terlalu besar bagi mereka.

Dalam persaingan melawan Allah dan orang lain, diri melawan diri sendiri. Dalam usaha melebihi orang lain, dan meyakinkan diri bahwa kita lebih baik daripada mereka, kita cenderung melebih-lebihkan kepentingan kita. Tidak ada hal lain di mana kita mengkhianati diri kita sedemikian absurd dan tragis seperti saat kita berusaha memperilah diri diri sendiri. Karena itu, keangkuhan merupakan dosa manusia yang terbesar, yang mendatangkan malapetaka atas ketiga relasi diri [Allah, diri dan pihak lain].

(dari buku "Paulus dan Diri" [Surabaya: Momentum])

Knox Chamblin: Karakter Keangkuhan (1)

Esensi keangkuhan adalah persaingan. Ia "tidak senang hanya memiliki sesuatu, sebab ia ingin memiliki lebih banyak dari yang orang lain miliki. Kita menyebut seseorang angkuh karena kaya, pandai, atau cantik, padahal bukan itu. [Itu adalah kesia-siaan]. Seseorang angkuh karena ia lebih kaya, lebih pandai atau lebih rupawan daripada orang lain... Perbandinganlah yang menyebabkan seseorang menjadi angkuh; rasa senang karena mengungguli orang lain... Bila saya seorang yang angkuh, maka selama ada orang lain di muka bumi ini yang lebih berkuasa, lebih kaya, atau lebih pandai dari saya, maka orang itu adalah saingan dan musuh saya" [kutipan dari CS Lewis].

Orang angkuh membenci mereka yang ada di atasnya, dan menghina mereka yang ada di bawahnya. Karena orang angkuh selalu dikelilingi oleh orang-orang angkuh, maka timbullah konflik-konflik pribadi yang parah. Dari keangkuhan mengalir "perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, ambisi yang egois, percideraan, roh pemecah dan kedengkian" (Gal. 5:20-21).

bersambung...

(dari buku "Paulus dan Diri" [Surabaya: Momentum])

Rabu, 22 Januari 2014

John Piper: Khotbah Yang Menggerakkan (2)

Keenam, tuntutlah respons yang berwujudkan kasih kepada Allah serta pertobatan dari dosa dan ketidakpercayaan.

Ketujuh, ujilah pikiran hati untuk menemukan keinginan ataupun kecurangan diri.

Kedelapan, serahkanlah diri pada Roh Kudus di dalam doa sebelum berkhotbah.

Kesembilan, berkhotbahlah dengan hati yang hancur dan penuh kelembutan.

Kesepuluh, bersemangatlah mengungkapkan realitas dan urgensi yang menjadi esensi Alkitab.

(teks dari Mark Shaw, "Sepuluh Pemikiran Besar dalam Sejarah Gereja")

John Piper: Khotbah Yang Menggerakkan (1)

Pertama, bangkitkan afeksi yang kudus dan kerinduan akan Allah.

Kedua, berikan pencerahan akal budi dengan kebenaran-Nya.

Ketiga, isilah jiwa jemaat Anda dengan Kitab Suci.

Keempat, pakailah perumpamaan serta ungkapan yang "menjadikan kemuliaan sorga tampak luar biasa indah dan siksa api neraka tampak benar-benar mengerikan".

Kelima, gunakanlah ancaman dan peringatan untuk mengingatkan jemaat terhadap bahaya kejenuhan dan kebekuan spiritual.

bersambung...

(Teks dari Mark Shaw, "Sepuluh Pemikiran Besar dari Sejarah Gereja")

Selasa, 21 Januari 2014

Kalimat Penting: Yosua Sebagai Tipologi Kristus

"Yosua dapat dianggap sebagai tipologi Kristus. Yosua memimpin bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian di Kanaan. Demikian pula Tuhan Yesus memimpin umat-Nya, Israel rohani, masuk ke tempat perhentian di Surga".

Kalimat Penting: Musa Sebagai Tipologi Kristus

"Musa dapat dianggap sebagai tipologi Kristus. Ia memimpin orang Israel keluar dari perbudakan Mesir. Demikian pula Kristus memimpin umat-Nya, Israel rohani keluar dari perbudakan dosa."

Senin, 20 Januari 2014

Kalimat Penting: Kegagalan Demi Kegagalan

"Kita melihat kegagalan demi kegagalan (from failure to failure) setiap hari di depan mata kita, tetapi kita sanggup menjalaninya dengan cara bersandar kepada Tuhan melalui iman kepada iman (from faith to faith)".


Kalimat Penting: Kuburan Demi Kuburan

"Hidup Kristen yang kita jalani, bagaikan berjalan di sisi kuburan demi kuburan (from grave to grave) yang menakutkan tetapi kita menjalaninya dengan bersandar anugerah Tuhan demi anugerah Tuhan (from grace to grace)".

[Setiap hari kita melihat banyak hal yang menakutkan: kematian, kelemahan, kegagalan, kehancuran dan seterusnya, baik yang terjadi di dalam diri kita, di sekitar kita maupun yang jauh dari kita tetapi kita hanya bersandar anugerah Tuhan saja. Tanpa anugerah Tuhan, kita tidak mampu].

Minggu, 19 Januari 2014

Kalimat Penting: John Piper: Pikiran Untuk Allah

“Your mind was made to know and love God.” 

Terjemahan bebas: "Pikiran saudara dibuat untuk mengenal dan mengasihi Allah". 

Kalimat Penting: John Piper: Momen Sukacita Luar Biasa

“The really wonderful moments of joy in this world are not the moments of self-satisfaction, but self-forgetfulness. Standing on the edge of the Grand Canyon and contemplating your own greatness is pathological. At such moments we are made for a magnificent joy that comes from outside ourselves.” 

Terjemahan bebas: "Momen sukacita yang luar biasa dan nyata dalam dunia ini bukanlah momen pemuasan diri tetapi pelupaan diri. Ketika kita berdiri di ujung dari Grand Canyon [bukit dan lembah yang begitu menakjubkan di Arizona Amerika] dan merenungkan kebesaran diri merupakan sesuatu yang aneh (dianggap bermasalah). Pada momen seperti itu, kita diciptakan untuk sukacita yang besar  yang datang dari luar diri kita". 

Sabtu, 18 Januari 2014

Ayat-Ayat: Allah Memanggil (2)

(Bacalah ayat-ayat sebelum dan sesudahnya)

1Kor_7:15  Tetapi kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia bercerai; dalam hal yang demikian saudara atau saudari tidak terikat. Tetapi Allah memanggil kamu untuk hidup dalam damai sejahtera.

1Tes_4:7  Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.

Ayat-Ayat: Allah Memanggil (1)

[Bacalah ayat sebelum dan sesudahnya]

Kej_3:9  Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"

Amo_7:4  Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Tuhan ALLAH memanggil api untuk melakukan hukuman. Api itu memakan habis samudera raya dan akan memakan habis tanah ladang.

Jumat, 17 Januari 2014

Katekismus Westminster: Kebaikan Tuhan Saat Bangkit

Pertanyaan 38: Kebaikan yang orang percaya terima dari Kristus pada saat kebangkitan?

Jawaban: Pada saat kebangkitan, orang percaya dibangkitkan dalam kemuliaan(1). Mereka akan diakui dan dihukum bebas pada hari penghukuman(2), dan akan diberi kebahagiaan sempurna serta sukacita penuh di dalam Allah(3) sampai selama-lamanya(4).

_________________________
Ayat-ayat:

(1) 1 Korintus 15:43: Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

(2) Matius 25:23; 10:32: Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu... Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.

(3) 1 Yohanes 3:2; 1 Korintus 13:12: Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya... Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 

(4) 1 Tesalonika 4:17-18: sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.  

Katekismus Westminster: Kebaikan Tuhan Saat Mati

Pertanyaan 37: Kebaikan apa yang orang percaya terima dari Kristus pada saat kematian mereka?

Jawaban: Pada saat kematian mereka, jiwa orang percaya dibuat kudus secara sempurna(1), dan segera beralih ke kedudukan yang mulia(2). Sementara itu, tubuh mereka, yang masih tetap bersatu dengan Kristus(3), mendapat perhentian dalam kubur(4) hingga saat kebangkitan(5).

_______________________
Ayat-ayat:
(1) Ibrani 12:23: dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna,

(2) 2 Korintus 5:1, 6, 8:  Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia...Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,... tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. [Baca juga: Flp. 1:23; Luk. 23:43].

(3) 1 Tesalonika 4:14:  Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.

(4) Yesaya 57:2: dan ia masuk ke tempat damai; orang-orang yang hidup dengan lurus hati mendapat perhentian di atas tempat tidurnya. 

(5) Ayub 19:26-27: Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. 


Kamis, 16 Januari 2014

Kalimat Penting: Gerakan Yang Bergerak

"Sebuah gerakan harus bergerak, mulai dari mengonsolidasi dan menggerakkan orang-orang yang berada di dalam; lalu keluar dan menggerakkan orang-orang yang berada di luar untuk bersama-sama mencapai visi gerakan".

Kalimat Penting: Visi Gerakan Reformed Injili

"Sebanyak mungkin orang yang percaya kepada Tuhan Yesus menerima teologi Reformed yang berdasarkan Alkitab".

"Sebanyak mungkin manusia mendengar Injil Yesus Kristus dan percaya bahwa kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi".

Rabu, 15 Januari 2014

Kalimat Penting: Stephen Smallman: Apa Artinya Menjadi Reformed?"

"Enam tema khas muncul dalam pikiran saya saat memikirkan apa artinya menjadi Reformed... Kitab Suci, Kedaulatan Allah, Kovenan, Hukum Taurat, Gereja, dan Kerajaan Allah... Kita harus memulai dari ketundukan pada Kitab Suci sebagai otoritas absolut dalam semua hal mengenai iman dan penerapannya. Ini didasarkan pada keyakinan bahwa Alkitab tidak kurang dari Allah yang mengungkapkan diri-Nya dengan cara yang dapat dituliskan dan dipelihara... Fakta esensial pertama tentang kehidupan, seperti yang dinyatakan di dalam Kitab Suci adalah eksistensi Allah dan supremasi-Nya dalam segala hal..."

(dari buku "Apakah Gereja Reformed Itu?" [Surabaya: Momentum])

Kalimat Penting: Philip G. Ryken: Apa Yang Paling Penting Bagi Calvinisme?

"Apa yang paling penting di dalam pikiran seorang Calvinisme adalah kemuliaan Allah... Apa yang Warfield sendiri maksudkan mengenai "Calvinisme" adalah "pandangan akan keagungan Allah yang memenuhi seluruh kehidupan dan seluruh pengalaman".

(dari buku "Apakah Calvinis Sejati Itu?" [Surabaya: Momentum])

Selasa, 14 Januari 2014

Cara Menyanyi Yang Terbaik Untuk Tuhan

Tuhan selalu memberikan yang terbaik kepada kita. Karena itu, marilah kita memberikan yang terbaik kepada Tuhan di dalam menyanyikan lagu-lagu untuk Tuhan dalam ibadah.

Pertama, siapkan hati yang jujur dan sungguh dalam menyanyi. Pada waktu kita datang ke rumah Tuhan, biarlah hati dan pikiran kita terfokus kepada Tuhan dan tidak bercabang hati dalam beribadah.

Kedua, pilihlah lagu-lagu yang kata-katanya dan nada-nadanya adalah yang terbaik. Hal ini sudah saya jelaskan dalam posting sebelumnya.

Ketiga, sebaiknya memahami sejarah penulisan lagu tersebut. Paling sedikit pemimpin pujian/ liturgis/ MC mempelajarinya dan kemudian menjelaskan kepada jemaat sehingga dapat mengerti motivasi, latar belakang mengapa lagu tersebut ditulis. Hal ini dapat membuat kita menyanyi dengan lebih baik.

Keempat, setia kepada teks. Lagu-lagu sudah dipersiapkan dan digumulkan dengan sungguh oleh para komponis sehingga kita bisa pakai untuk Tuhan. Banyak orang tidak berani sembarangan mengganti aksesoris mobil atau motor, misalnya spion, lampu dan sebagainya dengan alasan, pabrik sudah memperhitungkan dengan baik mengapa spion model ini yang dipakai, baik pada segi estetika maupun fungsinya. Demikian pula lagu-lagu hymn. Mari kita setia kepada nada dasar yang digunakan. Kalau nada dasarnya F, ya jangan diturunkan menjadi C. Kalau nadanya 1 3 5 3 5 6 5 3 5 6 6 5, yah kita setia pada teks dan jangan diimprovisasi semau sendiri. Karena itu, sebaiknya pada lembar pujian, nada-nadanya dicantumkan.

Kelima, perlu penyangkalan diri dalam ibadah. Dalam menyanyi, kita perlu menyangkal diri. Kesetiaan kepada teks merupakan salah satu bentuk penyangkalan diri. Orang yang menyanyi semau sendiri adalah orang yang meluapkan perasaannya sehingga ibadah sebenarnya bukan bertujuan menyenangkan Tuhan tetapi menyenangkan diri sendiri. Kalau setiap orang menyanyi dengan cara sendiri maka sebenarnya ibadah sudah berubah menjadi anarkisme yaitu setiap orang melakukan apa yang dia pandang benar. MC menyanyi dengan caranya dan loncat sana sini, masing-masing jemaat juga dengan semau sendiri melampiaskan perasaannya sehingga ibadah tidak beda dengan pasar atau kerusuhan.


Ciri-Ciri Lagu Terbaik Untuk Tuhan

Tuhan adalah Pencipta langit dan bumi, Allah yang empunya segala sesuatu dan Raja di atas segala raja. Apalagi, Allah telah demikian mengasihi kita sehingga memberikan Anak-Nya mati di kayu salib menanggung dosa dan hukuman kita yang percaya kepada Kristus. Karena itu, semua persembahan yang diberikan kepada Allah, tidak bisa tidak, mau tidak mau, haruslah yang terbaik.

Dengan demikian, lagu-lagu yang dipakai dalam ibadah, haruslah yang terbaik. Beberapa ciri untuk ini. Pertama, penulis lagu, baik penulis kata-kata maupun penulis nada haruslah orang-orang yang terbaik. Penulis kata-kata haruslah orang yang memahami firman Tuhan dengan baik, memahami teologi dengan benar sehingga tidak menulis kata-kata yang tidak benar dan tidak sesuai dengan firman. Selain itu, penulis nadanya juga haruslah orang ng memahami musik dengan baik. Di hampir kebanyakan lagu hymn, kita selalu menemukan dua nama yang tertera di bawah judul yakni nama penulis kata-kata dan penulis nada. Penulis kata-kata tidak sekaligus merupakan penulis nada. Hampir jarang Fanny Crosby yang menulis kata-kata untuk 9 ribu lagu, menulis nadanya sendiri. Hal ini disebabkan, ia sadar bahwa ia tidak memahami musik dengan baik. Sebagai perbandingan, kalau kita mengasihi anak kita, tentu kita akan membawanya ke sekolah yang guru-gurunya mengerti dengan benar dan baik akan pelajaran-pelajaran yang diajarkan.

Kedua, urutan pembuatan lagu yang benar adalah kata-katanya dituliskan terlebih dahulu baru kemudian nadanya. Kata-kata digumulkan dengan baik, baik motivasinya maupun teologinya lalu dituliskan dengan baik. Setelah itu baru ahli-ahli musik menulis nada-nadanya yang menggambarkan kata-kata itu.

Ketiga, dengan demikian, antara kata-kata dan nada bersifat sinkron. Kalau kata-katanya adalah gambaran sukacita maka tentu nadanya juga sukacita. Kalau kata-katanya adalah gambaran sedih, maka nada-nadanya juga bernuansa sedih. Selain itu, pemilihan nada juga menggambarkan kata-kata. Misalnya, pada bagian memuji Tuhan, pada kata 'Tuhan', nada-nadanya adalah nada tinggi. Sedangkan pada kata-kata 'rendah hati', nada-nadanya rendah. Lalu pada kata-kata tentang 'dosa', nada-nadanya adalah kres atau mol, yakni yang naik atau turun setengah nada. Kadang-kadang lagu pengakuan dosa menggunakan nuansa nada minor, seperti lagu 'Di Depan Muka Yesus' yang sudah sangat terkenal itu.

Senin, 13 Januari 2014

Kalimat Penting: Anugerah Setelah Kematian

"Secara umum, anugerah Tuhan diberikan sewaktu manusia masih hidup. Tetapi, ada semacam anugerah yang dinyatakan Tuhan setelah kematian orang-orang percaya. Hal ini jelas dinyatakan dalam Alkitab. Setelah Daud mati, Tuhan yang mengampuninya tidak mengingat-ingat dosanya lagi dan tidak menyebut-nyebut kejahatannya lagi. Tuhan malah menganggap Daud sebagai hamba Tuhn yang berkenan di mata-Nya".

Kalimat Penting: Dipakai Tuhan vs Dipakai Setan

"Orang yang dipakai Tuhan, akan dikenang, disyukuri bahkan menginspirasi dan menggerakkan secara rohani, bahkan bertahun-tahun setelah kematian mereka. Sebaliknya, orang yang dipakai setan, akan dicacimaki, dikutuki, diserapahi beratus-ratus tahun setelah kematian mereka. Entah berapa banyak orang yang diberkati oleh kehidupan dan tulisan Rasul Petrus dan terus bersyukur. Entah berapa orang yang terus mencela kejahatan Yudas Iskariot".

Minggu, 12 Januari 2014

David. F. Wells: Kedatangan Kristus Dalam Perjanjian Lama

Selama berabad-abad, para rabi dibingungkan dengan beberapa perikop Perjanjian Lama yang terlihat menunjuk kepada adanya lebih dari satu pribadi di dalam Allah. Contohnya, bagaimanakah kita akan menjelaskan kata ganti jamak di perikop-perikop awal kitab Kejadian? Di dalam kisah penciptaan, ada pernyataan, "Baiklah 'Kita' menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita" (Kej. 1:26)...

Dan mungkin paling penting, bagaimanakah kita menjelaskan tentang banyak penampakan Malaikat TUHAN di Perjanjian Lama, yang di dalam beberapa perikop cukup jelas ditunjukkan bersifat Ilahi namun berbeda dari Yahweh itu sendiri? (Mis. Kel. 14:19-22; Hak. 6:11-24)?

Di dalam eksegesis Alkitab dari abad mula-mula dan kemudian, di masa Reformasi, perikop-perikop ini umum dilihat sebagai penampakan Kristus sebelum inkarnasi. Ada sesuatu yang harus dikatakan untuk mendukung pandangan ini. Kristus sendiri menyatakan bahwa salatu satu pernyataan paling keras dari Yesaya diucapkan karena sang nabi "telah melihat kemuliaan-Nya dan telah berkata-kata tentang Dia" (Yoh. 12:41). Jika Yesaya melihat kemuliaan Kristus jauh sebelum waktu inkarnasi, kemungkinan besar Kristus sudah menampakkan diri-Nya dengan cara non-inkarnasi di dalam diri Malaikat TUHAN.

Akan tetapi, tanpa terang yang penuh dari inkarnasi yang menerangi kembali pernyataan Perjanjian Lama, sulit untuk melihat doktrin Trinitas yang penuh di dalamnya. Inkarnasilah yang membuat apa yang tentu saja sudah ada sejak kekekalan tetapi yang hanya disiratkan di catatan awal dari Alkitab menjadi tak terelakkan: Allah itu satu dalam keberadaan tetapi juga memiliki tiga pribadi.

(dari buku "Apakah Trinitas Itu?" [Surabaya: Momentum])
[Catatan saya: sejauh saya tahu, belum ada buku setipis ini - hanya 38 halaman, yang membahas doktrin Tritunggal dengan benar dan ringkas. Silahkan menghubungi www.momentum.or.id]

Richard D. Phillips: Predestinasi adalah Ajaran Alkitab

Pemilihan adalah ajaran dari Alkitab, bukan ajaran manusia.

Ini adalah pernyataan yang diperlukan karena banyak yang menganggap bahwa doktrin ini merupakan hasil penemuan manusia. Beberapa orang menuding John Calvin, yang namanya dikaitkan dengan perspektif theologis yang dengan kuat menegaskan doktrin ini yaitu Calvinisme. Tetapi betapa kelirunya untuk mengenakan asal usul dari ajaran ini kepada orang ini. Salah satu hal ialah bahwa doktrin ini memiliki garis keturunan theologis yang panjang jauh sebelum Calvin dan Reformasi abad ke 16. Agustinus, seorang theolog dan uskup dari abad ke 4 menekankan pemilihan Allah yang berdaulat dengan sungguh-sungguh...

...setelah pemeriksaan kita akan mendapati bahwa Kitab Suci menetapkan doktrin pemilihan dengan berulang-ulang dan tegas. Efesus 1:4 saja menegaskan hal ini; maksud Paulus, walaupun kadang-kadang tidak populer, bagaimanapun tidak dapat dihindari. Sejarah keselamatan dimulai dengan pemilihan Allah kepada orang-orang percaya di dalam Kristus sebelum penciptaan. Di dalam Roma 9:10, Paulus menggunakan contoh Yakub dan Esau untuk menunjukkan bahwa bahkan sebelum mereka lahir, Allah telah memilih salah satu dan menolak yang lain. 

(dari buku "Apakah Pemilihan dan Predestinasi Itu?" [Surabaya: Momentum]
[Catatan saya: buku ini merupakan buku tertipis yang saya pernah tahu - hanya 32 halaman - yang mengajarkan doktrin predestinasi dengan benar dan ringkas. Silahkan hubungi www.momentum.or.id]

Sabtu, 11 Januari 2014

Ayat-Ayat: Kasihilah... (2)

[Perlu membaca ayat-ayat se-pasalnya untuk memahami konteks]

Luk_6:27  "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

Luk_6:35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Luk_10:27  Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Joh_15:17  Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Rom_13:9  Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!

Gal_5:14  Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Efe_5:25  Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

Efe_5:33  Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

Kol_3:19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.

Yak_2:8  Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.

1Pe_2:17  Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

1Pe_4:8  Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.

Ayat-Ayat: Kasihilah... (1)

[Perlu membaca ayat-ayat se-pasalnya untuk memahami konteks]

Im_19:18  Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Im_19:34  Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, karena kamu juga orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.

Ul_6:5  Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mzm_31:24 Kasihilah TUHAN, hai semua orang yang dikasihi-Nya! TUHAN menjaga orang-orang yang setiawan, tetapi orang-orang yang berbuat congkak diganjar-Nya dengan tidak tanggung-tanggung.

Ams_4:6  Janganlah meninggalkan hikmat itu, maka engkau akan dipeliharanya, kasihilah dia, maka engkau akan dijaganya.

Mat_5:43  Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

Mat_5:44  Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Mat_19:19  hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Mat_22:37  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Mat_22:39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Mar_12:30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mar_12:31  Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Jumat, 10 Januari 2014

Kalimat Penting: Francis Schaeffer: Kebenaran Total (2)

"Kekristenan Alkitabiah adalah Kebenaran menyangkut realitas total - dan keyakinan intelektual akan Kebenaran total itu dan kemudian hidup dalam terang Kebenaran itu".

(dari Nancy Pearcey, "Kebenaran Total" [Surabaya: Momentum])

Kalimat Penting: Francis Schaeffer: Kebenaran Total (1)

"Kekristenan bukanlah serangkaian kebenaran dalam bentuk jamak, tetapi kebenaran yang ditulis dengan huruf "K" besar. Kebenaran tentang realitas total, bukan hanya tentang hal-hal religius".

(dari Nancy Pearcey, "Kebenaran Total" [Surabaya: Momentum])

Kamis, 09 Januari 2014

Kalimat Penting: Pikirkan Perasaan Tuhan

"Jangan lupa memikirkan perasaan Tuhan. Jangan hanya memikirkan perasaan kita atau perasaan orang lain. Banyak orang suka menjaga perasaan orang lain agar tidak tersinggung tetapi lupa menjaga perasaan Tuhan. Biarlah setiap hal yang kita lakukan, kita selalu memikirkan perasaan Tuhan".

Kalimat Penting: 1 Orang Berdosa, Yang Lain Celaka

"Setiap orang yang tidak taat kepada Tuhan, bukan hanya mencelakakan diri sendiri tetapi juga mencelakakan orang lain. Pada waktu Yunus melarikan diri dari hadapan Tuhan, orang-orang sekapal ke Tarsus turut menderita akibat angin ribut yang diturunkan oleh Tuhan. Pada waktu Akhan mencuri barang-barang yang dikhususkan, Tuhan menghukum Israel dan kalah dari Ai".

Rabu, 08 Januari 2014

Pelajaran Kehidupan Dari Musik Klasik (2)

Ketiga, permainan alat musik atau suara yang dinyanyikan harus memperhitungkan yakni kapan waktu yang tempat untuk memulainya. Setiap suara baik instrumen maupun penyanyi tidak boleh sembarang dibunyikan/ dinyanyikan. Dalam satu komposisi, terkadang pemusik harus menunggu bermenit-menit bahkan berpuluh-puluh menit hanya untuk memainkan beberapa nada saja. Meski demikian, ia harus sabar sampai pada waktu yang tepat supaya tetap harmonis dan indah dan tidak merusak pementasan. Demikian pula hidup kita. Kita harus selalu memperhitungkan kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu misalnya pernikahan, studi lanjut, atau bahkan berkata-kata atau membeli sebuah barang. Hidup yang bijaksana adalah hidup yang memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Waktu yang tepat seharusnya tentu adalah waktu Tuhan. Di sinilah keindahan kehidupan seorang Kristen.

Keempat, setia kepada teks. Secara umum komposisi-komposisi yang dibuat menuntut pemusik/ penyanyi untuk setia kepada teks. Ia tidak boleh mengembangkan improvisasi-improvisasi sendiri "semau gue". Pemusik/ penyanyi malah dipersilahkan mencipta komposisi baru yang bahkan dibuat berdasarkan karya dari komponis lain tetapi bukan improvisasi "semau gue" seperti yang dilakukan pada musik rock/ pop. Hal ini menjadi pelajaran bagi orang percaya. Pemusik saja dituntut untuk setia kepada karya komponis apalagi orang percaya, seharusnya setia kepada Alkitab sebagai Firman Allah, dan tidak menafsirkan "semau gue" apalagi hidup "semau gue".

Silahkan menyaksikan pementasan musik klasik di Aula Simfonia Jakarta dan membaca tulisan-tulisan saya mengenai konser-konser musik klasik di blog Musik Klasik Itu Indah

Pelajaran Kehidupan Dari Musik Klasik (1)

Musik klasik adalah musik yang secara umum digubah oleh komponis-komponis handal yang memahami musik dengan benar dan baik; digubah dengan tingkat kesulitan yang tinggi, namun memperdengarkan keindahan musik yang luar biasa. Secara umum musik klasik dibagi beberapa periode seperti Barok (J. S Bach, Handel, Vivaldi), Klasik (Haydn, Mozart, Beethoven) dan zaman Romantik (Liszt, Chopin, Strauss).

Pertama, musik klasik memperdengarkan harmoni di antara perbedaan-perbedaan nada. Terdapat banyak nada dalam satu komposisi dan terkadang bisa dimainkan oleh sangat banyak instrumen. Bayangkan, bisa saja terdapat orkestra dengan anggota pemusik lebih dari 80 orang dan paduan suara bisa sampai beribu-ribu orang. Meski demikian, harmonisasi perbedaan nada tetap memancarkan keindahan musik. Pada komposisi-komposisi zaman Barok (misalnya gubahan Handel, yakni Oratorio Mesias), bahkan suaranya bersahut-sahutan tetapi tidak bertengkar alias harmonis. Pola inilah yang seharusnya ada pada masyarakat, terutama gereja. Di dalam gereja, terdapat berbagai macam orang dengan beragam latar belakang, bakat, talenta, karunia. Namun, perbedaan-perbedaan itu seharusnya tidak membuat perpecahan. Keindahan kehidupan bergereja justru akan terlihat melalui harmonisasi perbedaan-perbedaan itu.

Kedua, komposisi-komposisi musik klasik bersifat sangat kompleks. Permainan komposisi piano concerto (permainan piano dengan diiringi orkestra) atau simfoni (hanya orkestra) bisa demikian rumit. Meski demikian, permainan para pemusik itu tidak kehilangan direksi (arah). Bahkan mereka diarahkan oleh dirigen (conductor). Seharusnya kehidupan manusia juga demikian. Tidak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia, terutama persoalan kehidupan terasa sangat kompleks. Namun, sebagai orang percaya, kita tidak boleh kehilangan direksi. Orang percaya seharusnya menjalani hidup dengan dipimpin oleh Roh Kudus dan dikendalikan oleh Firman.

bersambung...

Selasa, 07 Januari 2014

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (6)

Kesembilan, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima pembiusan.

Sebelum seseorang dipaku di atas kayu salib yang demikian menakutkan dan kejam, ia perlu terlebih dahulu melalui proses pembiusan. Sejarah mencatat dan memberitahukan kepada kita bahwa orang yang dipaku di kayu salib tidak akan mati pada hari itu. Melainkan ia harus melewati pergumulan kesakitan selama dua-tiga hari. Ia harus menangis sengsara. Pelan-pelan ia dibiarkan di atas sana sampai mati. Oleh sebab itu, di dalam situasi demikian, orang yang disalib perlu diberi arak. Ia perlu diberi cuka supaya ia tidak berasa sakit. Tetapi di saat Tuhan Yesus dipaku di atas kayu salib, tidak ada orang yang melakukan hal demikian.

Sehingga pada saat Dia berkata "Aku haus!" hanya ada satu orang yang berbaik hati mengasihi Tuhan. Orang itu mengambil busa yang dicelupkan ke dalam cuka dan menyodorkannya ke mulut Tuhan Yesus. Tetapi Alkitab memberitahukan bahwa Tuhan kita tidak mau meminumnya. Tuhan hanya mencicipinya sebentar. Mencicipi adalah untuk menjalankan sopan santun di antara manusia. Yesus Kristus tidak minum karena Dia tidak dapat menerima pembiusan. Dia mau tetap berada dalam keadaan yang masih memiliki kesadaran. Dia mau untuk masih bisa merasakannya dengan tuntas dan jelas. Dia mau untuk mengalami penderitaan demi menanggung dosa umat manusia.

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (5)

Ketujuh, salib adalah tempat di mana tidak ada naik banding.
Pada saat Tuhan Yesus ditangkap, Dia bertanya kepada orang-orang yang datang menangkap Dia, kata-Nya, "Siapakah yang kalian cari?" Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret". Kata-Nya kepada mereka, "Akulah Dia" (Yoh. 18:4-5). Suara-Nya tenang dan lembut. Orang-orang itu sangat terkejut. Mereka tidak mengerti mengapa di saat ada bahaya besar di depan mata, Yesus Kristus masih dapat sedemikian tenang. Mereka ketakutan hingga bergerak mundur. Tuhan Yesus jelas dapat meminta pertolongan dari Allah supaya tanah bergoncang hingga pecah terbuka supaya orang-orang itu jatuh terperosok ke bawah. Atau seperti perkataan Tuhan Yesus yang lain, "Kau sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku?" (Mat. 26:53). Tetapi Tuhan Yesus tidak berbuat demikian karena salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima naik banding. [Tambahan saya: bahkan Tuhan Yesus sebagai Allah pun dapat menyerang sendiri dengan kuasa-Nya sebagai Pencipta, Penebus, Pemelihara dan Penyempurna serta Hakim Tertinggi].

Kedelapan, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima hasutan.
Orang-orang sekeliling Yesus Kristus yang sedang dipaku di atas kayu salib berkata kepada-Nya, "Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" (Mat. 27:40). "Engkau menolong orang lain tetapi Engkau tidak dapat menolong diri sendiri. Engkau menyembuhkan orang lain tetapi diri-Mu sendiri justru digantung di atas kayu salib. Engkau mengatakan bahwa Engkau adalah Anak Allah. Bagaimana mungkin kami dapat percaya? Hahaha!" Mereka meludahi wajah-Nya. Menertawakan Dia. Mengejek Dia.

Namun Yesus Kristus tidak membalas sepatah kata pun. Dia tahu tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia ini. Dunia ini penuh dengan dosa, ketamakan, niat yang jahat, iri hati. Yudas menjual Tuhan hanya karena hati yang tamak. Orang Farisi memaku Tuhan juga hanya karena hati yang iri. Kita juga adalah orang berdosa yang menyebabkan Yesus dipaku di atas kayu salib. Anak Allah datang ke dunia hanya karena dosa kita. Jika kita yang dipaku di atas kayu salib, setelah mendengar kata-kata hasutan seperti itu, pastilah di dalam hati kita penuh dengan kemarahan. Kita ingin cepat-cepat turun untuk membuktikan siapa diri kita.

Jika Tuhan Yesus benar-benar turun dan berlutut kepada setan maka seluruh dunia akan menjadi Kristen. Mungkin setelah itu kita juga tidak perlu mengabarkan Injil sampai sekujur tubuh penuh dengan keringat. Tetapi jika demikian, apa yang manusia akan percayai justru adalah seorang Yesus Kristus yang tidak disalibkan. Mereka akan mendapatkan Yesus Kristus yang tidak mati untuk orang berdosa dan tidak menggenapi rencana Allah Bapa. Hal seperti ini bukanlah Injil. Tuhan Yesus tidak dapat dihasut. Dia tahu bahwa merekalah yang melawan Dia. Bukan hanya diri mereka yang sendiri yang melawan. Akan tetapi di balik itu ada kuasa Iblis yang sedang bekerja. Kita melawan. Kita menyerang. Dan kita salah paham kepada Tuhan Yesus karena kita tidak mengenal Dia. Karena di dalam hati kita ada dosa. Namun Tuhan Yesus justru mati di atas kayu salib demi dosa kita yang seperti itu.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib").

Senin, 06 Januari 2014

Kristus adalah Dasar Gereja...

Firman Tuhan...

dengan jelas...

mengajarkan bahwa...

Kristus...

adalah...

dasar gereja...

bukan uang...

bukan keputusan majelis...

bukan keputusan sinode...

bukan apapun...

Kristus adalah Kepala Gereja...

Firman Tuhan...

dengan jelas...

mengajarkan bahwa...

Kristus...

adalah...

Kepala gereja...

bukan Paus...

bukan ketua sinode...

bukan gembala sidang...

bukan ketua majelis...

bukan konglomerat...

bukan pendiri gereja...

Minggu, 05 Januari 2014

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (4)

Keenam, salib adalah tempat di mana tidak ada perlindungan.

Ketika Yesus Kristus berada di dalam taman Getsemani, Dia berdoa berkata "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku" (Mat. 26:39). Cawan pahit ini adalah cawan yang akan memisahkan Dia dengan Allah Bapa. Hal ini adalah sebuah rahasia yang sangat besar. Sebuah paradoks sangat besar yang terjadi dalam sekejap. Selanjutnya Yesus Kristus berkata, "tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki. Melainkan jadilah seperti yang Engkau kehendaki".

Tidak lama kemudian Yudas membawa sekelompok orang. Mereka membawa pedang, pentung, dan obor api masuk ke tempat di mana Yesus berdoa di taman Getsemani. Petrus menjadi sangat marah. Ia mencabut pedangnya kepada kelompok orang itu. Lalu Petrus memotong telinga dari hamba Imam Besar. Tetapi Yesus Kristus bukan hanya tidak mendukung dia untuk terus membunuh. Yesus Kristus bahkan menyalahkan dia dan berkata "Simon! Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya. Sebab barangsiapa menggunakan pedang, dia akan binasa oleh pedang" (Mat. 26:52). Di sini nyata bagaimana Yesus Kristus menolak perlindungan yang berasal dari manusia.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (3)

Kelima, salib adalah tempat di mana belas kasihan tidak dapat diterima.

Pada saat Yesus Kristus berjalan memikul salib dari Yerusalem menuju ke atas Golgota, ada beberapa wanita yang sangat tergerak hatinya. Mereka ingin melihat Guru yang paling mereka kasihi sedang memikul salib yang begitu berat. Alkitab mencatat bahwa mereka menangis dan mengalirkan air mata karena hal itu. Adakah Yesus Kristus menerima belas kasihan mereka? Tidak.

Tuhan Yesus berkata kepada mereka "Jangan kamu menangisi Aku. Tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu!" (Luk. 23:28). Salib adalah suatu tempat yang tidak menerima belas kasihan. Kita tidak perlu berbelas kasihan kepada Yesus. Dialah yang berbelas kasihan kepada kita. Jika Tuhan Yesus tidak dipaku di atas kayu salib, bagaimana mungkin ada dosa kita dapat diampuni? Bagaimana mungkin kesalahan kita dapat dihapus? Bagaimana mungkin tuntutan hati nurani dapat disingkirkan? Bagaimana mungkin catatan dosa kita dapat diselesaikan?

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (2)

Ketiga, salib adalah tempat di mana tidak ada kasih. Kristus menyatakan kasih Allah. Tetapi kasih Allah justru meninggalkan Dia sehingga Kristus harus berteriak, "Allah-Ku! Allah-Ku! Mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mat. 27:46). Setiap helai rumput dan batang pohon menyaksikan kasih Allah. Hanya salib-lah tempat di mana sama sekali tidak ada kasih. Salib adalah ruang hampa kasih. Tidak ada kasih Allah juga tidak ada kasih manusia. Murid-murid sekalipun mengasihi Yesus dan berada di sekeliling-Nya, kasih mereka tidak dapat Yesus terima karena Dia harus terlebih dahulu menanggung dosa mereka.

Keempat, salib adalah tempat di mana tidak ada mujizat. Alkitab memberitahu kita bahwa Tuhan Yesus pernah melakukan tiga puluh lima kali mujizat. Tetapi tidak mujizat-pun yang dilakukan demi kepentingan diri-Nya sendiri. Tidak ada satu mujizat pun yang dilakukan-Nya yang bukan demi kemuliaan Allah. Bahkan di atas kayu salib, saat di mana Kristus paling perlu untuk melakukan mujizat, Dia juga rela melepaskan hak-Nya untuk melakukan mujizat. Kristus melepaskan kesempatan untuk membela diri.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (1)

Pertama, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat membela diri. Di saat Yesus Kristus digantung di salib, Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun untuk membela diri. Yesus Kristus selama di dunia telah mengucapkan lebih banyak perkataan yang membangun orang lain. Perkataan-perkataan-Nya menunjukkan pengharapan dan jalan. Tetapi ketika Kristus berada di atas kayu salib, justru Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk membela diri.

Kedua, salib adalah tempat di mana tidak ada terang. Yesus adalah terang dunia. Tetapi di atas salib, kegelapan dunia justru menutupi diri-Nya.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Jumat, 03 Januari 2014

A. S London: Kasih Kristus (2)

Kasih menghentikan keberangkatan pemakaman dan mengembalikan anak muda kepada ibunya. Kasih berdiri di depan makam yang dingin dan menyampaikan kata-kata hingga orang mati bangkit dan lari dari makam untuk bersama-sama mereka yang hidup. Kasih menyeberang sebuah tasik guna menyembuhkan orang yang dirasuk roh jahat. Kasih sabar menanggung kehinaan, ketidakpedulian, pertengkaran, dan perselisihan. Kasih memanggil pengemis, orang terbuang, orang miskin, dan menawarkan pengampunan dan keadilan kepada semua orang.

Kasih berjaga di pintu bilik penjara, mengatakan sepatah kata lembut dan menawarkan pertolongan kepada seseorang yang telah kehilangan jalannya. Kasih berjalan bersama perempuan-perempuan berdosa dan berhenti untuk mengucapkan sepatah kata yang lembut kepada orang yangtak berdaya. Kasih menawarkan pengharapan kepada semua.

(dalam H. B London, Jr & Neil. B. Wiseman, "Bagaimana Mengasihi Orang-Orang Yang Anda Gembalakan" [Yogyakarta: Andi])

A.S London: Kasih Kristus (1)

Kasih memerlukan jenis kasih yang membalas kecurigaan dengan kebaikan dan kebencian dengan kepedulian belas kasih. Kasih akan mencari mereka yang tak diperhatikan, yang tak diperdulikan, dan yang tak berdaya. Kasih menunjukkan kelembutan terhadap kaum gembel, hina, dan miskin. Kasih mencari domba yang hilang. Kasih mencari sekeping uang logam yang hilang dan berdoa bagi anak bungsu yang hilang. Kehidupan yang mengasihi akan mengalami gelap penderitaan. Seorang yang sangat mengasihi akan mengalami saat-saat gelap juga saat-saat terang.

(dalam H.B London, Jr & Neil B. Wiseman, "Bagaimana Mengasihi Orang-Orang Yang Anda Gembalakan" [Yogyakarta: Andi])

Kamis, 02 Januari 2014

Leon Morris: Apakah Arti Nama "Roh Kebenaran"? (2)

Sebagai Roh Kebenaran, Roh akan membimbing para murid kepada (atau ke dalam) seluruh kebenaran (16:13). Kebenaran ini bukanlah suatu konsepsi filsafat, melainkan kebenaran yang dinyatakan di dalam Yesus; Roh akan membimbing mereka sehingga mereka semakin memahami makna kebenaran itu. Kita bisa memahami makna kebenaran Allah berkat bimbingan Roh dan bukan lewat kebijaksanaan duniawi. Akan tetapi Roh tidak memberikan suatu pernyataan sendiri yang baru yang akan membatalkan apa yang dikatakan Yesus. Yesus dengan jelas mengatakan "Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya, itulah yang akan dikatakan-Nya"; tidak akan ada penyataan baru yang berasal dari Roh. Roh akan melanjutkan ajaran yang telah disampaikan oleh Yesus.

Mungkin kita harus memahami ucapan berikutnya dengan cara yang sama: "Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang". Kita tidak boleh menafsirkan hal ini dalam arti bahwa bentuk masa depan akan menjadi jelas bagi orang-orang Kristen sebab (1) ucapan itu belum tentu berarti demikian; dan (2) sepanjang masa orang-orang Kristen sama bingungnya seperti orang lain mengenai apa yang akan terjadi pada masa depan. Sebaliknya makna ucapan itu adalah bahwa Roh akan membimbing orang beriman agar bisa memahami apa artinya menjadi orang Kristen. Pada saat Yesus mengatakan hal ini belum ada para teolog Kristen yang memperdalam pemahaman tentang makna kekristenan. Namun sepanjang sejarah Roh telah berkarya dalam tubuh gereja dan telah menuntun jemaat Allah ke dalam pemahaman yang lebih penuh dari makna iman mereka.

(dari buku "Teologi Perjanjian Baru" [Malang: Gandum Mas])

Leon Morris: Apakah Arti Nama "Roh Kebenaran"? (1)

Di Ruang Atas, pada malam menjelang Penyaliban, Yesus menyampaikan ajaran penting mengenai Roh Kudus. Ada lima nas penting: 14:16-17; 14:26; 15:26; 16:7-11; 16:12-15. Yesus menyebut-Nya "Roh Kebenaran" (14:17; 15:26; 16:13), satu frasa yang merujuk pada salah satu konsepsi utama Injil ini. Yohanes sering membicarakan kebenaran. Ia menjelaskan bahwa makna terdalam dari kebenaran erat kaitannya dengan Yesus dan dengan apa yang sedang dikerjakan-Nya (14:6). Kemudian Roh dikaitkan dengan kebenaran Allah yang kita saksikan dalam karya Yesus. Dia itu "Roh yang mengungkapkan kebenaran" [C.K Barrett]. Roh yang menyadarkan orang akan kebenaran Injil, kebenaran yang ada dalam Yesus.

Gulungan-gulungan naskah dari Qumran juga memakai istilah ini waktu berbicara mengenai "roh kebenaran dan roh kesesatan" (1 QS iii 18-19). Akan tetapi ini merupakan contoh bagus yang menunjukkan bagaimana istilah yang sama dipakai dengan makna dasar yang berbeda. Orang-orang Qumran berbicara tentang "roh kebenaran" sebagai salah satu dari dua roh yang berusaha menguasai manusia. Tampaknya "roh kesesatan" setara dengan "roh kebenaran"; di situ "roh kebenaran" tidak memiliki keagungan yang dibicarakan Yohanes tentang Roh Kudus. Mereka yang menyembah Bapa harus melakukannya "dalam kebenaran" (4:23-24), dan Yesus adalah "kebenaran" (14:6); dengan demikian "Roh Kebenaran" menghubungkan Roh dengan Bapa dan Anak.

bersambung...

(dari buku "Teologi Perjanjian Baru" [Malang: Gandum Mas])

Rabu, 01 Januari 2014

Kalimat Penting: Pdt. Stephen Tong: Kesaksian Iman

"Pada saat kami memulai Gereja Reformed Injili Indonesia, kami memulai dengan pengertian ini. Secara keuangan, kami tidak memiliki apa-apa; secara kekuatan massa, kami juga tidak mempunyai apa-apa; semua dimulai dari nol. Tetapi kami memulai dengan iman. Kami melihat bahwa jika memang Tuhan yang menghendaki dan memerintahkan kami untuk melakukan hal ini, semua akan kembali menyatakan kemuliaan Allah. Ini adalah prinsip Alkitab: dari iman kepada iman".

(dari buku "Dari Iman Kepada Iman" [Surabaya: Momentum])

Kalimat Penting: Pdt. Stephen Tong: Doktrin Allah Yang Pertama

"Mazmur 90:1-2 merupakan doktrin Allah tertulis yang pertama dalam sejarah karena Musa-lah yang pertama menuliskan firman Tuhan"

Mazmur 90:1-2: "Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah"

(dari Khotbah Kebaktian Syukur Akhir Tahun, 31 Desember 2013)