Tentu. Tentu engkau tidak mau mencium paku atau mencium kayu, bukan? Mengapa cium bibir disebut sebagai permulaan seks? Bibir memiliki syaraf yang sangat peka. Bibir yang bertemu dengan bibir akan mengakibatkan rangsangan yang sangat kuat pada alat kelamin. Di sini orang yang sedang pacaran tidak sadar sedang memberikan jalan yang begitu lebar dan lampu hijau kepada iblis.
Melalui ciuman bibir yang tiada henti, menyebabkan masing-masing dirangsang untuk siap berhubungan seks dan akhirnya sangat mudah dicobai. Itu sebabnya, jangan terlalu berani untuk melakukan pendekatan cium bibir, karena rangsangan itu membawa cinta selangkah demi selangkah maju bercampur berahi seksual yang tidak akan pernah puas sampai selesai melakukan hubungan kelamin. Saat itulah baru engkau menyesal. Berhenti melakukan tindakan berciuman di saat berpacaran adalah penguasaan diri yang merupakan buah Roh Kudus.
(dari buku "Rahasia Kemenangan dalam Cinta dan Seks menuju Pernikahan")
Renungan, Kutipan, Ayat dalam Teologi Reformed untuk Memperlengkapi Gereja bagi Kemuliaan Tuhan
Senin, 04 Maret 2013
Minggu, 03 Maret 2013
Ayat-Ayat: Panggilan Menjadi Berbeda
Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: "Akulah TUHAN, Allahmu. Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu: juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, kemana Aku membawa kamu: janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. Kamu harus lakukan peraturanKu dan harus berpegang pada ketetapanKu dengan hidup menurut semuanya itu. Akulah TUHAN, Allahmu. Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapanKu dan peraturanKu. Orang yang melakukannya akan hidup karenanya. Akulah TUHAN" (Im. 18:2-5).
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu seperti yang dilakukan orang munafik... Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik... Jadi janganlah kamu seperti mereka... (Mat. 6).
Sebab itu, kukatakan dan ketegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus (Efe. 4:17-20)
Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu seperti yang dilakukan orang munafik... Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik... Jadi janganlah kamu seperti mereka... (Mat. 6).
Sebab itu, kukatakan dan ketegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan, jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikiran yang sia-sia, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus (Efe. 4:17-20)
Ayat-Ayat: Panggilan Penderitaan
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-muridNya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikuti Aku" (Mrk. 8:34).
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Flp. 1:29).
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2 Tim. 3:12).
Sebab adalah kasih karunia, jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah, menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung (1 Pet. 2:19).
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya (1 Pet. 2:21).
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia (Flp. 1:29).
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2 Tim. 3:12).
Sebab adalah kasih karunia, jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah, menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung (1 Pet. 2:19).
Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya (1 Pet. 2:21).
Sabtu, 02 Maret 2013
Ayat-Ayat: 2 Tawarikh 36: Penghukuman Tuhan (2)
36:11 Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.
36:12 Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya, dan tidak merendahkan diri di hadapan nabi Yeremia, yang datang membawa pesan TUHAN.
36:13 Lagipula ia memberontak terhadap raja Nebukadnezar, yang telah menyuruhnya bersumpah demi Allah. Ia menegarkan tengkuknya dan mengeraskan hatinya dan tidak berbalik kepada TUHAN, Allah Israel.
36:14 Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka.
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
36:17 TUHAN menggerakkan raja orang Kasdim melawan mereka. Raja itu membunuh teruna mereka dengan pedang dalam rumah kudus mereka, dan tidak menyayangkan teruna atau gadis, orang tua atau orang ubanan--semua diserahkan TUHAN ke dalam tangannya.
36:18 Seluruh perkakas rumah Allah, yang besar dan yang kecil, serta harta benda dari rumah TUHAN, harta benda raja dan harta benda para panglimanya, semuanya dibawanya ke Babel.
36:19 Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.
36:20 Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.
36:21 Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.
36:22 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
36:23 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!"
Ayat-Ayat: 2 Tawarikh 36: Penghukuman Tuhan (1)
36:1 Rakyat negeri menjemput Yoahas anak Yosia, dan mengangkat dia menjadi raja di Yerusalem menggantikan ayahnya.
36:2 Yoahas berumur dua puluh tiga tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem.
36:3 Raja Mesir memecatnya dari pemerintahannya di Yerusalem dan mendenda negeri itu seratus talenta perak dan satu talenta emas.
36:4 Kemudian raja Mesir itu mengangkat Elyakim, saudara Yoahas, menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem, dan menukar namanya dengan Yoyakim. Tetapi Yoahas, saudaranya itu, ditawan oleh Nekho, dan dibawa ke Mesir.
36:5 Yoyakim berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya.
36:6 Nebukadnezar, raja Babel, maju melawan dia, membelenggunya dengan rantai tembaga untuk membawanya ke Babel.
36:7 Juga beberapa perkakas rumah TUHAN dibawa Nebukadnezar ke Babel dan ditempatkan di istananya di Babel.
36:8 Selebihnya dari riwayat Yoyakim, segala kekejian yang dilakukannya dan kesalahan yang ada padanya, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab raja-raja Israel dan Yehuda. Maka Yoyakhin, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
36:9 Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan sepuluh hari lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
36:10 Pada pergantian tahun raja Nebukadnezar menyuruh membawa dia ke Babel beserta perkakas-perkakas yang indah-indah dari rumah TUHAN dan Zedekia, saudara ayah Yoyakhin, menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem.
Jumat, 01 Maret 2013
Denis Green: Ajaran Pokok Kitab Ezra-Nehemia
Pertama, Tuhan selalu menepati janjiNya - kalau masa penghukuman orang-orang Yahudi sudah genap, maka Tuhan memungkinkan mereka dapat pulang dari tempat pembuangan (Ez 1:1). Hukuman Tuhan mempunyai tujuan mendidik - apabila tujuan itu sudah tercapai anak-anak Tuhan akan dilepaskan dari hukuman/pencobaan.
Kedua, pekerjaan Tuhan yang terpenting senantiasa mendapat perlawanan paling keras, tetapi kalau hamba-hamba Tuhan menghadapi perlawanan itu dengan ketegasan, mereka pasti sanggup mengatasinya. Iblis terus-menerus berusaha untuk menghalangi pekerjaan Tuhan tetapi di dalam Kristus hamba-hamba Tuhan lebih berkuasa dan harus melawannya dengan doa dan iman sampai menang.
Ketiga, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa dahulu kala, jangan seperti orang Yahudi yang belum lama kembali dari masa pembuangan, telah jatuh lagi ke dalam dosa yang sama yang menyebabkan masa pembuangan itu.
Keempat, anak-anak Tuhan harus bersikap rela untuk bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan, masing-masing dengan tugasnya sendiri, tetapi semua menuju kepada tujuan menyelesaikan pekerjaan itu dengan selekas-lekasnya dan sebaik-baiknya.
Kelima, seorang pemimpin umat Allah tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari pada orang yang dipimpinnya. Kalau mereka berbuat salah, dialah yang harus bertanggung jawab atas mereka dan tidak boleh mengecualikan dirinya dalam mengakui dosa umat itu di hadapan Allah. Sebaliknya seperti Ezra, dia harus memimpin mereka dalam pengakuan dosa dan permohonan pengampunan (bdk Ez 9).
Keenam, seperti Nehemia, seorang hamba Tuhan yang ingin berhasil harus bersandar pada iman [bersandar pada Tuhan melalui iman], berdoa dan tekun dalam pekerjaannya, dan juga harus tahu bagaimana membangun rasa tanggung jawab di dalam orang lain yang dapat diserahi bagian dalam pekerjaan Tuhan.
(dari buku "Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama")
Kedua, pekerjaan Tuhan yang terpenting senantiasa mendapat perlawanan paling keras, tetapi kalau hamba-hamba Tuhan menghadapi perlawanan itu dengan ketegasan, mereka pasti sanggup mengatasinya. Iblis terus-menerus berusaha untuk menghalangi pekerjaan Tuhan tetapi di dalam Kristus hamba-hamba Tuhan lebih berkuasa dan harus melawannya dengan doa dan iman sampai menang.
Ketiga, kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa dahulu kala, jangan seperti orang Yahudi yang belum lama kembali dari masa pembuangan, telah jatuh lagi ke dalam dosa yang sama yang menyebabkan masa pembuangan itu.
Keempat, anak-anak Tuhan harus bersikap rela untuk bekerja sama dalam pekerjaan Tuhan, masing-masing dengan tugasnya sendiri, tetapi semua menuju kepada tujuan menyelesaikan pekerjaan itu dengan selekas-lekasnya dan sebaik-baiknya.
Kelima, seorang pemimpin umat Allah tidak boleh menganggap dirinya lebih benar dari pada orang yang dipimpinnya. Kalau mereka berbuat salah, dialah yang harus bertanggung jawab atas mereka dan tidak boleh mengecualikan dirinya dalam mengakui dosa umat itu di hadapan Allah. Sebaliknya seperti Ezra, dia harus memimpin mereka dalam pengakuan dosa dan permohonan pengampunan (bdk Ez 9).
Keenam, seperti Nehemia, seorang hamba Tuhan yang ingin berhasil harus bersandar pada iman [bersandar pada Tuhan melalui iman], berdoa dan tekun dalam pekerjaannya, dan juga harus tahu bagaimana membangun rasa tanggung jawab di dalam orang lain yang dapat diserahi bagian dalam pekerjaan Tuhan.
(dari buku "Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama")
Denis Green: Ajaran dan Tujuan Kitab Ester
Pertama, kitab ini menjelaskan kepada orang Yahudi asal mula hari raya Purim (kata 'pur' berarti 'undi' - 3:7; 9:26-27).
Kedua, kitab ini menunjukkan kesia-siaan kepercayaan pada takhayul sebagai penuntun hidup. Cara demikian (3:7, 13) hanya membawa malapetaka besar, bahkan maut, kepada mereka yang menjalankannya (bandingkan 6:13).
Ketiga, Kitab ini menunjukkan bahwa Allah Israel adalah Allah yang tertinggi atas seluruh manusia dan segala bangsa. Walaupun umat pilihan Allah tinggal jauh dari negeri asal mereka, namun Allah tetap berkuasa dan dapat menyelamatkan mereka dari segala ancaman atau bahaya.
Keempat, kitab ini menunjukkan bahwa walaupun dalam kedaulatanNya Tuhan sedang bekerja untuk melaksanakan kehendakNya, namun manusia tetap bertanggung jawab dan harus mengambil bagiannya. Maka, Mordekhai menggunakan kedudukannya di pintu gerbang Istana dengan bijaksana, sedangkan Ester memberanikan diri untuk bertindak demi penyelamatan bangsanya, dan dengan cara demikian kehendak Allah terlaksana. Walaupun nama Tuhan tidak pernah disebutkan dalam kitab ini, hal itu hanya membuktikan dengan lebih jelas bahwa Allah berdaulat setiap waktu dan bertindak melalui orang yang percaya kepadaNya (4:14b).
(dari buku "Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama")
Kedua, kitab ini menunjukkan kesia-siaan kepercayaan pada takhayul sebagai penuntun hidup. Cara demikian (3:7, 13) hanya membawa malapetaka besar, bahkan maut, kepada mereka yang menjalankannya (bandingkan 6:13).
Ketiga, Kitab ini menunjukkan bahwa Allah Israel adalah Allah yang tertinggi atas seluruh manusia dan segala bangsa. Walaupun umat pilihan Allah tinggal jauh dari negeri asal mereka, namun Allah tetap berkuasa dan dapat menyelamatkan mereka dari segala ancaman atau bahaya.
Keempat, kitab ini menunjukkan bahwa walaupun dalam kedaulatanNya Tuhan sedang bekerja untuk melaksanakan kehendakNya, namun manusia tetap bertanggung jawab dan harus mengambil bagiannya. Maka, Mordekhai menggunakan kedudukannya di pintu gerbang Istana dengan bijaksana, sedangkan Ester memberanikan diri untuk bertindak demi penyelamatan bangsanya, dan dengan cara demikian kehendak Allah terlaksana. Walaupun nama Tuhan tidak pernah disebutkan dalam kitab ini, hal itu hanya membuktikan dengan lebih jelas bahwa Allah berdaulat setiap waktu dan bertindak melalui orang yang percaya kepadaNya (4:14b).
(dari buku "Pembimbing pada Pengenalan Perjanjian Lama")
Langganan:
Postingan (Atom)