Allah memberikan kepada kita berbagai objek keindahan yang kudus untuk menjadi fokus pikiran kita seperti "sifat-sifat-Nya, kasih-Nya, kemurahan-Nya, Putra-Nya, Roh Kudus-Nya dan kerajaan-Nya". Allah Trinitas dan kesempurnaan-Nya diberikan untuk membangkitkan pujian dan kesukaan di dalam hati kita.
Allah memberi kita Roh Kudus-Nya untuk menolong kita bersuka di dalam Allah dengan cara "mematikan, membersihkan, mencerahkan, dan membangun rohani kita".
Allah telah memberi kita salib Kristus, yang telah menebus sukacita bagi umat-Nya melalui penderitaan-Nya sendiri sebagai gantinya: "menanggung penderitaan kita dan menjadi manusia yang penuh derita, sehingga kita akan tidak melihat-Nya, boleh bersukacita di dalam iman, dengan sukacita yang tak terkatakan dan yang penuh dengan kemuliaan".
bersambung...
(Mark Shaw, "Sepuluh Pemikiran Besar Dari Sejarah Gereja" [Surabaya: Momentum])
Renungan, Kutipan, Ayat dalam Teologi Reformed untuk Memperlengkapi Gereja bagi Kemuliaan Tuhan
Jumat, 04 April 2014
Kamis, 03 April 2014
Sean M. Lucas: Apakah Artinya Mati Rohani? (2)
[Efesus 2:1: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu."
Efesus 4:18: "dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka."
Efesus 4:19: "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran."]
Ketiga, mereka yang mati secara rohani, adalah mereka yang perasaannya tumpul. Tidak hanya pemahaman mereka yang gelap, mereka dikeraskan oleh kondisi mereka. Keterasingan mereka dari Allah tidak mengganggu pikiran mereka, bahkan tidak akan terbersit dalam pikiran mereka bahwa itu adalah hal yang buruk.
Keempat, mereka adalah orang-orang yang rakus akan kecemaran, bersemangat untuk hidup bagi keinginan mereka yang paling rendah, dibelenggu dan diperbudak kepada apapun yang didiktekan oleh hawa nafsu mereka.
...
Adalah penting untuk mengenali bahwa kematian rohani ini disebabkan oleh pelanggaran dan dosa serta ditandai oleh pelanggaran dan dosa.
[doakan agar orang-orang yang mati rohani diberi kesempatan mendengarkan Injil dan Roh Kudus membuka hati mereka agar dapat menerima Tuhan Yesus]
(dari buku "Apakah Anugerah Itu?" [Surabaya: Momentum])
Efesus 4:18: "dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka."
Efesus 4:19: "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran."]
Keempat, mereka adalah orang-orang yang rakus akan kecemaran, bersemangat untuk hidup bagi keinginan mereka yang paling rendah, dibelenggu dan diperbudak kepada apapun yang didiktekan oleh hawa nafsu mereka.
...
Adalah penting untuk mengenali bahwa kematian rohani ini disebabkan oleh pelanggaran dan dosa serta ditandai oleh pelanggaran dan dosa.
[doakan agar orang-orang yang mati rohani diberi kesempatan mendengarkan Injil dan Roh Kudus membuka hati mereka agar dapat menerima Tuhan Yesus]
(dari buku "Apakah Anugerah Itu?" [Surabaya: Momentum])
Sean M. Lucas: Apakah Artinya Mati Rohani? (1)
[Efesus 2:1: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu."
Efesus 4:18: "dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka."
Efesus 4:19: "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran."]
Pertama, mereka yang mati secara rohani adalah mereka yang pengertiannya gelap - bagi mereka, realitas spiritual itu tidak masuk hitungan. Dalam seluruh wawasan dunia mereka, hal-hal yang sifatnya material, indrawi, merupakan satu-satunya realitas yang ada. Bagi mereka, hanya hal-hal yang dapat dipahami dengan pancaindra mereka - apa yang bisa mereka lihat, dengar, sentuh, cium atau kecap - adalah hal-hal yang nyata. Pemahaman seperti itu adalah "semesta kotak tertutup". Tidak ada kemungkinan untuk intervensi ilahi yang supernatural, atau kebajikan yagn kudus. Orang yang mengalami hidup hanya dalam segala sesuatu yang dapat mereka lihat memiliki pengertian yang gelap.
Kedua, mereka yang mati secara rohani, adalah mereka yang terasing dari hidup persekutuan dengan Allah. Mereka terasing dari kehidupan baru, yaitu hasil dari ketidaktahuan yang tercela. Ini bukan seolah-olah mereka adalah orang-orang yang berkeliaran di seluruh dunia seraya mengatakan, "Kuharap aku tahu siapa Allah itu. Kuharap aku tahu seperti apa Allah itu,tetapi Allah belum menunjukkannya kepadaku". Bukan! Paulus mengatakan bahwa ketidaktahuan manusia itu patut dicela dan merupakan akibat dari kekerasan hati kita. Inilah kondisi yang Paulus gambarkan sebagai kematian rohani - pemahaman yang gelap, suatu keterasingan dari Allah.
[doakan supaya orang-orang yang mati rohani diberi kesempatan mendengarkan Injil dan Roh Kudus membuka hati mereka untuk menerima Tuhan Yesus]
bersambung...
(Dari buku "Apakah Anugerah Itu?" [Surabaya: Momentum])
Efesus 4:18: "dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka."
Efesus 4:19: "Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran."]
Pertama, mereka yang mati secara rohani adalah mereka yang pengertiannya gelap - bagi mereka, realitas spiritual itu tidak masuk hitungan. Dalam seluruh wawasan dunia mereka, hal-hal yang sifatnya material, indrawi, merupakan satu-satunya realitas yang ada. Bagi mereka, hanya hal-hal yang dapat dipahami dengan pancaindra mereka - apa yang bisa mereka lihat, dengar, sentuh, cium atau kecap - adalah hal-hal yang nyata. Pemahaman seperti itu adalah "semesta kotak tertutup". Tidak ada kemungkinan untuk intervensi ilahi yang supernatural, atau kebajikan yagn kudus. Orang yang mengalami hidup hanya dalam segala sesuatu yang dapat mereka lihat memiliki pengertian yang gelap.
Kedua, mereka yang mati secara rohani, adalah mereka yang terasing dari hidup persekutuan dengan Allah. Mereka terasing dari kehidupan baru, yaitu hasil dari ketidaktahuan yang tercela. Ini bukan seolah-olah mereka adalah orang-orang yang berkeliaran di seluruh dunia seraya mengatakan, "Kuharap aku tahu siapa Allah itu. Kuharap aku tahu seperti apa Allah itu,tetapi Allah belum menunjukkannya kepadaku". Bukan! Paulus mengatakan bahwa ketidaktahuan manusia itu patut dicela dan merupakan akibat dari kekerasan hati kita. Inilah kondisi yang Paulus gambarkan sebagai kematian rohani - pemahaman yang gelap, suatu keterasingan dari Allah.
[doakan supaya orang-orang yang mati rohani diberi kesempatan mendengarkan Injil dan Roh Kudus membuka hati mereka untuk menerima Tuhan Yesus]
bersambung...
(Dari buku "Apakah Anugerah Itu?" [Surabaya: Momentum])
Rabu, 02 April 2014
Pdt. Stephen Tong: Apakah Semua Orang Yahudi Pasti Masuk Surga?
[Pertanyaan: Bangsa Yahudi ialah bangsa yang diberkati, seperti tertulis dalam Firman apakah itu menjamin semua Yahudi yang tanpa pertobatan tetap dapat masuk surga?]
Tidak. Orang pertama Yahudi yang masuk neraka setelah Yesus datang ke dunia yaitu Yudas. Tidak semua Yahudi diselamatkan. Yudas binasa, anak binasa. Jadi, jika yang begitu dekat Yesus pun harus masuk neraka, siapa bilang semua Yahudi masuk surga? Itu ajaran salah. Alkitab berkata bahwa Yang tidak memiliki Anak, tidak memiliki Bapa. Yang memiliki Kristus, memiliki hidup kekal. Hanya percaya Allah Bapa, tidak percaya Yesus Kristus, tak mungkin diselamatkan.
Hanya percaya Yesus Orang Baik tidak percaya Ia diutus Allah menebus dosa, tidak diselamatkan. Percaya Allah dan percaya Yesus, barulah kau diselamatkan. Bangsa apa saja sama. Kristen di gereja, zaman bangsa mana pun yang percaya Allah dan Kristus, mereka diselamatkan. Tetapi yang tidak [percaya] tidak diselamatkan.
(dari Ringkasan Khotbah 23 Maret 2014 GRII Kemayoran)
Tidak. Orang pertama Yahudi yang masuk neraka setelah Yesus datang ke dunia yaitu Yudas. Tidak semua Yahudi diselamatkan. Yudas binasa, anak binasa. Jadi, jika yang begitu dekat Yesus pun harus masuk neraka, siapa bilang semua Yahudi masuk surga? Itu ajaran salah. Alkitab berkata bahwa Yang tidak memiliki Anak, tidak memiliki Bapa. Yang memiliki Kristus, memiliki hidup kekal. Hanya percaya Allah Bapa, tidak percaya Yesus Kristus, tak mungkin diselamatkan.
Hanya percaya Yesus Orang Baik tidak percaya Ia diutus Allah menebus dosa, tidak diselamatkan. Percaya Allah dan percaya Yesus, barulah kau diselamatkan. Bangsa apa saja sama. Kristen di gereja, zaman bangsa mana pun yang percaya Allah dan Kristus, mereka diselamatkan. Tetapi yang tidak [percaya] tidak diselamatkan.
(dari Ringkasan Khotbah 23 Maret 2014 GRII Kemayoran)
Pdt. Stephen Tong: Apakah Arti Rendah Hati Menurut Alkitab?
Rendah hati bukan tampak sopan, senangkan semua orang, tidak bertulang lalu kompromi. Itu sifat budak. Sebaliknya, rendah hati mungkin ada dalam diri seorang yang kaku, berani tidak kompromi. Bagi saya, rendah hati artinya:
Pertama, tidak henti-henti mencari kebenaran meski sudah tahu banyak tetapi tidak pernah merasa puas.
Kedua, selalu memuji dan memuliakan Tuhan, tidak mencuri kemuliaan dan kehormatan Tuhan. Kembalikan kepada Tuhan apa yang sepatutnya milik Tuhan. Kita sendiri tiada apa pun yang patut dipuji atau kita pegang sebagai kecongkakan kita.
Ketiga, mau bekerja dengan yang rendah, miskin, tidak berpengetahuan, tidak berpengalaman, masih bodoh, karena mereka juga manusia yang sedang bertumbuh. Rendah hati definisinya sangat banyak, hari ini saya hanya berikan beberapa.
(dari Ringkasan Khotbah 23 Maret 2014 di GRII Kemayoran)
Pertama, tidak henti-henti mencari kebenaran meski sudah tahu banyak tetapi tidak pernah merasa puas.
Kedua, selalu memuji dan memuliakan Tuhan, tidak mencuri kemuliaan dan kehormatan Tuhan. Kembalikan kepada Tuhan apa yang sepatutnya milik Tuhan. Kita sendiri tiada apa pun yang patut dipuji atau kita pegang sebagai kecongkakan kita.
Ketiga, mau bekerja dengan yang rendah, miskin, tidak berpengetahuan, tidak berpengalaman, masih bodoh, karena mereka juga manusia yang sedang bertumbuh. Rendah hati definisinya sangat banyak, hari ini saya hanya berikan beberapa.
(dari Ringkasan Khotbah 23 Maret 2014 di GRII Kemayoran)
Selasa, 01 April 2014
Eckhard Schnabel: Apakah Inti Pemberitaan Misi Paulus? (2)
Kedelapan, Yesus adalah Anak Allah, Mesias yang dijanjikan dan Tuhan (1 Tes. 1:1, 10; 3:2; 5:9).
Kesembilan, Yesus telah mati tetapi Dia dibangkitkan dari kematian oleh Allah (1 Tes. 1:10; 4:14; 5:9-10).
Kesepuluh, melalui Yesus, Allah menganugerahkan keselamatan kepada orang Yahudi dan non Yahudi serta menyelamatkan mereka dari hukuman yang akan datang (1 Tes. 1:10; 5:9-10).
Kesebelas, para pengikut Yesus mengharapkan kedatangan Yesus dari surga (1 Tes. 1:10; 4:13-17).
Keduabelas, para pengikut Yesus akan bersama-sama menikmati dunia baru Allah yang diwarnai kemuliaan (1 Tes. 1:10; 4:14-17).
Ketigabelas, para pengikut Yesus adalah orang Yahudi dan non Yahudi yang menjadi anggota Kerajaan Allah (1 Tes. 2:9-12).
Keempatbelas, para pengikut Yesus dituntun oleh kehendak Allah yang hidup dan yang benar, Allah kudus yang umat-Nya hidup kudus, berbeda dengan nilai dan pola tingkah laku masyarakat penyembah berhala, yang diberi kuasa oleh Roh Kudus (1 Tes. 2:9-12; 4:1-8).
(dari buku "Rasul Paulus Sang Misionaris" [Yogyakarta: Andi])
Kesembilan, Yesus telah mati tetapi Dia dibangkitkan dari kematian oleh Allah (1 Tes. 1:10; 4:14; 5:9-10).
Kesepuluh, melalui Yesus, Allah menganugerahkan keselamatan kepada orang Yahudi dan non Yahudi serta menyelamatkan mereka dari hukuman yang akan datang (1 Tes. 1:10; 5:9-10).
Kesebelas, para pengikut Yesus mengharapkan kedatangan Yesus dari surga (1 Tes. 1:10; 4:13-17).
Keduabelas, para pengikut Yesus akan bersama-sama menikmati dunia baru Allah yang diwarnai kemuliaan (1 Tes. 1:10; 4:14-17).
Ketigabelas, para pengikut Yesus adalah orang Yahudi dan non Yahudi yang menjadi anggota Kerajaan Allah (1 Tes. 2:9-12).
Keempatbelas, para pengikut Yesus dituntun oleh kehendak Allah yang hidup dan yang benar, Allah kudus yang umat-Nya hidup kudus, berbeda dengan nilai dan pola tingkah laku masyarakat penyembah berhala, yang diberi kuasa oleh Roh Kudus (1 Tes. 2:9-12; 4:1-8).
(dari buku "Rasul Paulus Sang Misionaris" [Yogyakarta: Andi])
Eckhard Schnabel: Apakah Inti Pemberitaan Misi Paulus? (1)
Pertama, hanya ada 1 Allah yang hidup dan yang benar (1 Tes. 1:9).
Kedua, orang non Yahudi yang menyembah entitas lain sebagai allah perlu mengakui kesia-siaan komitmen keagamaan mereka (1 Tes. 1:9).
Ketiga, orang non Yahudi yang terikat hawa nafsu dan tingkah laku yang najis akan dihukum oleh Allah (1 Tes. 4:3-8).
Keempat, orang Yahudi yang menolak Yesus Mesias dan Tuhan akan mendapat murka Allah (1 Tes. 2:15-16).
Kelima, penghukuman Allah akan muncul dengan tiba-tiba dan tak terduga (1 Tes. 1:10; 4:15-5:10).
Keenam, orang non Yahudi yang menyembah entitas lain harus menyerahkan diri kepada Allah yang hidup dan yang benar agar dapat diselamatkan (1 Tes. 1:9; 5:9).
Ketujuh, orang Yahudi perlu melepaskan perlawanan mereka terhadap pemberitaan tentang Yesus Mesias dan menerima pesan ini jika mereka ingin berkenan kepada Allah dan diselamatkan (1 Tes. 2:14-16; 5:9).
bersambung...
(dari buku "Rasul Paulus Sang Misionaris" [Yogyakarta: Andi])
Kedua, orang non Yahudi yang menyembah entitas lain sebagai allah perlu mengakui kesia-siaan komitmen keagamaan mereka (1 Tes. 1:9).
Ketiga, orang non Yahudi yang terikat hawa nafsu dan tingkah laku yang najis akan dihukum oleh Allah (1 Tes. 4:3-8).
Keempat, orang Yahudi yang menolak Yesus Mesias dan Tuhan akan mendapat murka Allah (1 Tes. 2:15-16).
Kelima, penghukuman Allah akan muncul dengan tiba-tiba dan tak terduga (1 Tes. 1:10; 4:15-5:10).
Keenam, orang non Yahudi yang menyembah entitas lain harus menyerahkan diri kepada Allah yang hidup dan yang benar agar dapat diselamatkan (1 Tes. 1:9; 5:9).
Ketujuh, orang Yahudi perlu melepaskan perlawanan mereka terhadap pemberitaan tentang Yesus Mesias dan menerima pesan ini jika mereka ingin berkenan kepada Allah dan diselamatkan (1 Tes. 2:14-16; 5:9).
bersambung...
(dari buku "Rasul Paulus Sang Misionaris" [Yogyakarta: Andi])
Langganan:
Postingan (Atom)