Kuasa kebangunan berbeda dengan kuasa lain dalam pemberitaan firman Tuhan, meski sama-sama merupakan kuasa Roh Kudus.
Pada kuasa kebangunan, Roh Kudus bekerja secara luar biasa, mendatangkan pertobatan secara massal, dan api kebangunan itu menjalar. Kalimat-kalimat khotbah yang disampaikan oleh pendengar kepada pendengar lain dapat memberi pertobatan.
Pendengar langsung mengalami pertobatan sejati secara radikal.
Dampak dari kuasa kebangunan begitu bertahan lama. Kadang-kadang setelah 50 tahun, api Roh Kudus yang membakar orang yang mendengar khotbah kebangunan, masih bernyala dalam hatinya.
Doakan agar Tuhan membangkitkan hamba-hamba Tuhan dengan kuasa kebangunan pada zaman ini.
Renungan, Kutipan, Ayat dalam Teologi Reformed untuk Memperlengkapi Gereja bagi Kemuliaan Tuhan
Jumat, 28 Februari 2014
Bangkitnya Hamba Tuhan Yang Diurapi Dengan Kuasa Kebangunan
Kalau kita membaca sejarah kebangunan rohani, hamba-hamba Tuhan yang diurapi dengan kuasa kebangunan menjalani pola yang hampir mirip.
Mereka adalah orang-orang biasa yang tidak dikenali oleh siapapun, bahkan dianggap biasa oleh orang-orang percaya di sekitarnya.
Ketika Tuhan membangkitkan mereka, mereka mulai melayani dari perkumpulan yang kecil, gereja yang kecil, persekutuan doa yang hanya dua atau tiga orang. Orang tidak mengenal mereka sehingga tidak mungkin mereka langsung diundang ke gereja yang besar.
Seperti Yohanes Pembaptis, mereka tidak mempunyai fasilitas apapun untuk disandari. Karena itu, mereka sepenuhnya bersandar kepada Tuhan.
Khotbah-khotbahnya menekankan tiga hal: mengandalkan firman Tuhan, menyatakan kemuliaan Tuhan dan menyatakan kesucian Tuhan. Di dalamnya dapat disampaikan khotbah penginjilan atau khotbah pertobatan tetapi intinya tiga hal itu.
Pelayanan mereka bukan didasarkan atas konfirmasi manusia tetapi konfirmasi Tuhan. Tuhan bekerja sepenuhnya dengan menyatakan pertobatan pendengar. Pemabuk, penjudi, pezinah dll, semuanya bertobat dan menerima Kristus serta memulai hidup baru.
Karena banyak yang bertobat, tidak heran jumlah pendengarnya bertambah setiap malam. Ada kebaktian yang dimulai dengan 200 orang pada hari pertama dan hari terakhir, hari keenambelas, menjadi 20.000 orang.
Tuhan dipermuliakan, hamba-Nya merendahkan diri, jemaat dibangunkan.
Mereka adalah orang-orang biasa yang tidak dikenali oleh siapapun, bahkan dianggap biasa oleh orang-orang percaya di sekitarnya.
Ketika Tuhan membangkitkan mereka, mereka mulai melayani dari perkumpulan yang kecil, gereja yang kecil, persekutuan doa yang hanya dua atau tiga orang. Orang tidak mengenal mereka sehingga tidak mungkin mereka langsung diundang ke gereja yang besar.
Seperti Yohanes Pembaptis, mereka tidak mempunyai fasilitas apapun untuk disandari. Karena itu, mereka sepenuhnya bersandar kepada Tuhan.
Khotbah-khotbahnya menekankan tiga hal: mengandalkan firman Tuhan, menyatakan kemuliaan Tuhan dan menyatakan kesucian Tuhan. Di dalamnya dapat disampaikan khotbah penginjilan atau khotbah pertobatan tetapi intinya tiga hal itu.
Pelayanan mereka bukan didasarkan atas konfirmasi manusia tetapi konfirmasi Tuhan. Tuhan bekerja sepenuhnya dengan menyatakan pertobatan pendengar. Pemabuk, penjudi, pezinah dll, semuanya bertobat dan menerima Kristus serta memulai hidup baru.
Karena banyak yang bertobat, tidak heran jumlah pendengarnya bertambah setiap malam. Ada kebaktian yang dimulai dengan 200 orang pada hari pertama dan hari terakhir, hari keenambelas, menjadi 20.000 orang.
Tuhan dipermuliakan, hamba-Nya merendahkan diri, jemaat dibangunkan.
Kamis, 27 Februari 2014
Ayat-Ayat: Tuhan Yesus Tidak Berdosa (Pengakuan Orang Jahat)
Yudas:
Mat 27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
Mat 27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
Penjahat yang disalibkan:
Luk 23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Luk 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Luk 23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Luk 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Luk 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Mat 27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
Mat 27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
Istri Pilatus:
Mat 27:19 Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: "Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam."Penjahat yang disalibkan:
Luk 23:39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: "Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!"
Luk 23:40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
Luk 23:41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
Luk 23:42 Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
Luk 23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."
Ayat-Ayat: Tuhan Yesus adalah Allah Sejati
Injil Yohanes:
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya".
Surat Roma:
9:5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Surat Filipi:
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya".
Surat Roma:
9:5 Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Surat Filipi:
2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Rabu, 26 Februari 2014
Kalimat Penting: Ironi Banyak Gereja Besar (2)
"Pada banyak gereja besar, yang mempunyai gedung dan jemaat yang besar, harap tidak semua, pendeta-pendeta dan majelis-majelis sering mengaku di mulut bahwa ini adalah pekerjaan Tuhan tetapi dalam hati berkata bahwa tanpa mereka, keadaan itu sulit terjadi. Fenomena ini memang bisa terjadi di gereja kecil. Tapi, peluangnya lebih besar terjadi di gereja besar."
Kalimat Penting: Ironi Banyak Gereja Besar (1)
"Banyak gereja didirikan dengan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, perasaan diri tidak layak, banyak doa berlutut, merendahkan diri, karena belum mempunyai apa-apa. Hari demi hari dijalani dengan bersandar kepada Tuhan. Setelah pendetanya menjadi terkenal, gereja mempunyai gedung megah, aset triliunan, deposito ratusan miliar, jemaat ribuan, maka gereja langsung berubah. Mulai mencuri kemuliaan Tuhan, merasa diri layak, tidak bersandar kepada Tuhan, doa berlutut dilupakan, mulai menghitung jasa dan membanggakan kerja keras, di mana-mana mengharapkan pujian dan sambutan. Tidak heran Tuhan memindahkan kaki dian ke gereja yang baru berdiri, yang bergantung kepada Tuhan. Inilah model siklus sejarah gereja."
Selasa, 25 Februari 2014
Pdt. Stephen Tong: Prinsip-Prinsip Gerakan Reformasi
Dari gerakan Reformasi kita dapat menyaksikan beberapa prinsip yang penting yaitu:
Pertama, gerakan Reformasi melaksanakan dua aspek yang penting yaitu merobohkan yang salah dan membangun kembali yang benar. Dalam merobohkan semua yang salah, Tuhan memakai Martin Luther sedangkan untuk membangun kembali ajaran yang ketat dan sistematis, tokoh penting yang dipakai Tuhan adalah John Calvin...
Kedua, gerakan Reformasi tidak pernah berusaha mendirikan suatu doktrin yang baru, dan tidak pernah berusaha mementingkan doktrin yang satu dan melalaikan doktrin yang lain.
Ketiga, gerakan Reformasi tidak pernah mau tunduk pada filsafat atau pikiran manusia, tetapi berdasarkan Alkitab saja.
Keempat, segala usaha Calvin khususnya untuk menjelaskan kepada orang-orang yang tidak lagi diakui oleh gereja Roma Katolik, yaitau orang-orang Protestan, bahwa apa yang dipercaya oleh orang-orang Reformasi itdak melawan Alkitab tetapi justru kembali kepada ajaran Alkitab sesuai dengan kredo Apostolik yaitu Pengakuan Iman Rasuli. Maka Pengakuan Iman Rasuli menjadi satu garis besar, kerangka yang dengannya ia menjelaskan seluruh doktrin Alkitab dan hal ini erupakan keistimewaan dari Reformasi.
(dari buku "Reformasi dan Theologi Reformed" [Surabaya: Momentum])
Pertama, gerakan Reformasi melaksanakan dua aspek yang penting yaitu merobohkan yang salah dan membangun kembali yang benar. Dalam merobohkan semua yang salah, Tuhan memakai Martin Luther sedangkan untuk membangun kembali ajaran yang ketat dan sistematis, tokoh penting yang dipakai Tuhan adalah John Calvin...
Kedua, gerakan Reformasi tidak pernah berusaha mendirikan suatu doktrin yang baru, dan tidak pernah berusaha mementingkan doktrin yang satu dan melalaikan doktrin yang lain.
Ketiga, gerakan Reformasi tidak pernah mau tunduk pada filsafat atau pikiran manusia, tetapi berdasarkan Alkitab saja.
Keempat, segala usaha Calvin khususnya untuk menjelaskan kepada orang-orang yang tidak lagi diakui oleh gereja Roma Katolik, yaitau orang-orang Protestan, bahwa apa yang dipercaya oleh orang-orang Reformasi itdak melawan Alkitab tetapi justru kembali kepada ajaran Alkitab sesuai dengan kredo Apostolik yaitu Pengakuan Iman Rasuli. Maka Pengakuan Iman Rasuli menjadi satu garis besar, kerangka yang dengannya ia menjelaskan seluruh doktrin Alkitab dan hal ini erupakan keistimewaan dari Reformasi.
(dari buku "Reformasi dan Theologi Reformed" [Surabaya: Momentum])
Langganan:
Postingan (Atom)