Jumat, 06 Desember 2013

Penuh Roh Kudus dan Berani Memberitakan Firman

Ada satu pola yang sangat mirip dalam kitab Kisah Para Rasul yakni orang-orang yang penuh Roh Kudus sangat berani memberitakan firman Tuhan dan menyatakan kebenaran Allah.

Petrus:
Kis 4:8  Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
Kis 4:9  jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan,
Kis 4:10  maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu.
Kis 4:11  Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
Kis 4:12  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Murid-Murid:
Kis 4:31  Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Stefanus:
Kis 7:55  Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Hal ini terjadi setelah Stefanus berkhotbah dengan keras kepada orang-orang Yahudi.

Paulus:
Kis 13:9  Tetapi Saulus, juga disebut Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia,
Kis 13:10  dan berkata: "Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu?
Kis 13:11  Sekarang, lihatlah, tangan Tuhan datang menimpa engkau, dan engkau menjadi buta, beberapa hari lamanya engkau tidak dapat melihat matahari." Dan seketika itu juga orang itu merasa diliputi kabut dan gelap, dan sambil meraba-raba ia harus mencari orang untuk menuntun dia.

Akhir Zaman dan Berjaga-Jaga

Banyak orang percaya suka mengaitkan akhir zaman dengan kejadian fenomenal, aneh-aneh dan spektakuler. Tetapi di dalam Injil, yang merupakan khotbah Tuhan Yesus, justru Tuhan Yesus berulang-ulang menekankan respon orang percaya supaya berjaga-jaga. Paulus juga menggemakan apa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus. Perhatikan cuplikan ayat-ayat ini:

Mar 13:5  Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

Mar 13:9  Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.

Mar 13:23  Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."

Mar 13:33  "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.

Mar 13:35  Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,
Mar 13:36  supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.

Mar 13:37  Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"


Perhatikan juga perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Lukas:

Luk 21:34  "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.

Luk 21:35  Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini.

Luk 21:36  Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."

Marilah kita berjaga-jaga menghadapi zaman yang akan datang, waktu yang sedang berjalan terus dan kemungkinan kita bertemu Tuhan atau Tuhan Yesus datang kembali...

Pencarian Mudah di Google

Banyak orang sudah diberkati oleh Tuhan melalui blog ini, hanya dengan pencarian mudah di Google. Silahkan mengetik "memikirkan hati Tuhan stephen tong", "memikirkan hati Tuhan john piper", "memikirkan hati Tuhan john owen", "memikirkan hati Tuhan pokok doa", "memikirkan hati Tuhan cinta", "memikirkan hati Tuhan Tuhan Yesus" dan seterusnya.

Untuk pencarian yang lebih maksimal, pembaca dapat mengetik demikian di kolom pencarian Google:

site:antoniusstevenun.blogspot.com darah Yesus

atau

site:antoniusstevenun.blogspot.com kemuliaan Tuhan

(Dua modus ini adalah contoh saja. Pembaca dapat mencari untuk keyword yang lain).

Selamat mencari...
Tuhan memberkati

Aturan Pengutipan

Pembaca yang dikasihi dalam Kristus, blog ini terbuka bagi pengutipan dengan beberapa aturan. Pertama, seharusnya sumber-sumber blog ini dicantumkan baik para teolog yang dikutip atau nama blognya bila akan dikutip pada renungan/ warta gereja dll. Kedua, blog ini bukan untuk kutipan akademis baik paper maupun skripsi/tesis apalagi disertasi. Mudah-mudahan tidak ada yang berniat mengutip untuk tulisan akademis. Mengapa? Sebab kadang-kadang, karena sifat blog ini yang ringkas sehingga tidak semua bahan dari buku dikutip lengkap. Sebaiknya mencari buku aslinya di perpustakaan/ toko buku. Ketiga, untuk pengutipan dalam khotbah, sebaiknya menyebut nama teolog yang tulisannya ada dalam blog ini. Keempat, blog ini tidak pernah dimaksudkan untuk memindahkan seluruh isi buku tetapi untuk memperkenalkan sebagian kecil pikiran-pikiran dari buku itu. Karena itu, seringkali tidak dikutip secara lengkap. Sebaiknya, pembaca mencari buku aslinya bila ingin mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap.

Tuhan memberkati

Kamis, 05 Desember 2013

Waspadailah Cinta Palsu!

Suatu cinta akan disebut palsu bila:

Tidak ada pengorbanan diri sama sekali dalam cinta itu untuk orang yang dicintai.

Membungkus cinta yang kelihatan anggun, indah dan penuh pengorbanan dengan motivasi-motivasi satanik: ingin merebut hartanya, seksualitasnya, bahkan ingin mempermainkannya.

Mulutnya banyak mengucapkan "aku cinta padamu" tetapi hatinya sebenarnya tidak mencintai dan demikian juga perbuatannya jauh dari pengorbanan untuk cinta.

Tidak memikirkan dan mengusahakan atau bahkan berkorban demi kebaikan orang yang dicintai.

Waspadailah Kerendahan Hati Palsu!

Suatu kerendahan hati akan disebut palsu bila:

Terus menerus merasa diri tidak layak karena banyak dosa tetapi tidak mau bertobat. Memelihara perasaan diri tidak layak agar terus nyaman berbuat dosa.

Berfokus kepada kekurangan manusia dan tidak berfokus kepada anugerah Allah.

Berpenampilan rendah hati: tidak banyak bicara, wajah menunduk, tidak berani mengangkat kepala, tidak suka tampil. Meski demikian, hatinya jahat: hatinya penuh dengan keangkuhan, memuji diri, meninggikan diri bahkan di hadapan Allah. Ini adalah kesombongan yang berbaju kerendahan hati.

Tidak berani tampil untuk membela kehormatan dan kebenaran Allah. Kelihatannya ia adalah orang yang merasa diri tidak layak.




Rabu, 04 Desember 2013

John Owen: Tritunggal dan Kerohanian

"Whatever the Son of God wrought in, by or upon the human nature, He did it by the Holy Spirit, as He is the Spirit of the Father".

(Apapun yang Anak Allah tempa dalam, dengan atau di atas diri manusia, Ia melakukannya melalui Roh Kudus yang adalah Roh Bapa).

[Catatan saya: maksudnya, Kristus membentuk kerohanian kita melalui pekerjaan Roh Kudus yang adalah Roh Bapa. Setiap tempaan, pukulan, didikan yang Tuhan Yesus mau dalam diri kita, dikerjakan melalui Roh Kudus].

(dari buku "John Owen: The Man and His Theology")