Minggu, 05 Januari 2014

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (1)

Pertama, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat membela diri. Di saat Yesus Kristus digantung di salib, Dia tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun untuk membela diri. Yesus Kristus selama di dunia telah mengucapkan lebih banyak perkataan yang membangun orang lain. Perkataan-perkataan-Nya menunjukkan pengharapan dan jalan. Tetapi ketika Kristus berada di atas kayu salib, justru Dia tidak mengucapkan sepatah kata pun untuk membela diri.

Kedua, salib adalah tempat di mana tidak ada terang. Yesus adalah terang dunia. Tetapi di atas salib, kegelapan dunia justru menutupi diri-Nya.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Jumat, 03 Januari 2014

A. S London: Kasih Kristus (2)

Kasih menghentikan keberangkatan pemakaman dan mengembalikan anak muda kepada ibunya. Kasih berdiri di depan makam yang dingin dan menyampaikan kata-kata hingga orang mati bangkit dan lari dari makam untuk bersama-sama mereka yang hidup. Kasih menyeberang sebuah tasik guna menyembuhkan orang yang dirasuk roh jahat. Kasih sabar menanggung kehinaan, ketidakpedulian, pertengkaran, dan perselisihan. Kasih memanggil pengemis, orang terbuang, orang miskin, dan menawarkan pengampunan dan keadilan kepada semua orang.

Kasih berjaga di pintu bilik penjara, mengatakan sepatah kata lembut dan menawarkan pertolongan kepada seseorang yang telah kehilangan jalannya. Kasih berjalan bersama perempuan-perempuan berdosa dan berhenti untuk mengucapkan sepatah kata yang lembut kepada orang yangtak berdaya. Kasih menawarkan pengharapan kepada semua.

(dalam H. B London, Jr & Neil. B. Wiseman, "Bagaimana Mengasihi Orang-Orang Yang Anda Gembalakan" [Yogyakarta: Andi])

A.S London: Kasih Kristus (1)

Kasih memerlukan jenis kasih yang membalas kecurigaan dengan kebaikan dan kebencian dengan kepedulian belas kasih. Kasih akan mencari mereka yang tak diperhatikan, yang tak diperdulikan, dan yang tak berdaya. Kasih menunjukkan kelembutan terhadap kaum gembel, hina, dan miskin. Kasih mencari domba yang hilang. Kasih mencari sekeping uang logam yang hilang dan berdoa bagi anak bungsu yang hilang. Kehidupan yang mengasihi akan mengalami gelap penderitaan. Seorang yang sangat mengasihi akan mengalami saat-saat gelap juga saat-saat terang.

(dalam H.B London, Jr & Neil B. Wiseman, "Bagaimana Mengasihi Orang-Orang Yang Anda Gembalakan" [Yogyakarta: Andi])

Kamis, 02 Januari 2014

Leon Morris: Apakah Arti Nama "Roh Kebenaran"? (2)

Sebagai Roh Kebenaran, Roh akan membimbing para murid kepada (atau ke dalam) seluruh kebenaran (16:13). Kebenaran ini bukanlah suatu konsepsi filsafat, melainkan kebenaran yang dinyatakan di dalam Yesus; Roh akan membimbing mereka sehingga mereka semakin memahami makna kebenaran itu. Kita bisa memahami makna kebenaran Allah berkat bimbingan Roh dan bukan lewat kebijaksanaan duniawi. Akan tetapi Roh tidak memberikan suatu pernyataan sendiri yang baru yang akan membatalkan apa yang dikatakan Yesus. Yesus dengan jelas mengatakan "Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya, itulah yang akan dikatakan-Nya"; tidak akan ada penyataan baru yang berasal dari Roh. Roh akan melanjutkan ajaran yang telah disampaikan oleh Yesus.

Mungkin kita harus memahami ucapan berikutnya dengan cara yang sama: "Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang". Kita tidak boleh menafsirkan hal ini dalam arti bahwa bentuk masa depan akan menjadi jelas bagi orang-orang Kristen sebab (1) ucapan itu belum tentu berarti demikian; dan (2) sepanjang masa orang-orang Kristen sama bingungnya seperti orang lain mengenai apa yang akan terjadi pada masa depan. Sebaliknya makna ucapan itu adalah bahwa Roh akan membimbing orang beriman agar bisa memahami apa artinya menjadi orang Kristen. Pada saat Yesus mengatakan hal ini belum ada para teolog Kristen yang memperdalam pemahaman tentang makna kekristenan. Namun sepanjang sejarah Roh telah berkarya dalam tubuh gereja dan telah menuntun jemaat Allah ke dalam pemahaman yang lebih penuh dari makna iman mereka.

(dari buku "Teologi Perjanjian Baru" [Malang: Gandum Mas])

Leon Morris: Apakah Arti Nama "Roh Kebenaran"? (1)

Di Ruang Atas, pada malam menjelang Penyaliban, Yesus menyampaikan ajaran penting mengenai Roh Kudus. Ada lima nas penting: 14:16-17; 14:26; 15:26; 16:7-11; 16:12-15. Yesus menyebut-Nya "Roh Kebenaran" (14:17; 15:26; 16:13), satu frasa yang merujuk pada salah satu konsepsi utama Injil ini. Yohanes sering membicarakan kebenaran. Ia menjelaskan bahwa makna terdalam dari kebenaran erat kaitannya dengan Yesus dan dengan apa yang sedang dikerjakan-Nya (14:6). Kemudian Roh dikaitkan dengan kebenaran Allah yang kita saksikan dalam karya Yesus. Dia itu "Roh yang mengungkapkan kebenaran" [C.K Barrett]. Roh yang menyadarkan orang akan kebenaran Injil, kebenaran yang ada dalam Yesus.

Gulungan-gulungan naskah dari Qumran juga memakai istilah ini waktu berbicara mengenai "roh kebenaran dan roh kesesatan" (1 QS iii 18-19). Akan tetapi ini merupakan contoh bagus yang menunjukkan bagaimana istilah yang sama dipakai dengan makna dasar yang berbeda. Orang-orang Qumran berbicara tentang "roh kebenaran" sebagai salah satu dari dua roh yang berusaha menguasai manusia. Tampaknya "roh kesesatan" setara dengan "roh kebenaran"; di situ "roh kebenaran" tidak memiliki keagungan yang dibicarakan Yohanes tentang Roh Kudus. Mereka yang menyembah Bapa harus melakukannya "dalam kebenaran" (4:23-24), dan Yesus adalah "kebenaran" (14:6); dengan demikian "Roh Kebenaran" menghubungkan Roh dengan Bapa dan Anak.

bersambung...

(dari buku "Teologi Perjanjian Baru" [Malang: Gandum Mas])

Rabu, 01 Januari 2014

Kalimat Penting: Pdt. Stephen Tong: Kesaksian Iman

"Pada saat kami memulai Gereja Reformed Injili Indonesia, kami memulai dengan pengertian ini. Secara keuangan, kami tidak memiliki apa-apa; secara kekuatan massa, kami juga tidak mempunyai apa-apa; semua dimulai dari nol. Tetapi kami memulai dengan iman. Kami melihat bahwa jika memang Tuhan yang menghendaki dan memerintahkan kami untuk melakukan hal ini, semua akan kembali menyatakan kemuliaan Allah. Ini adalah prinsip Alkitab: dari iman kepada iman".

(dari buku "Dari Iman Kepada Iman" [Surabaya: Momentum])

Kalimat Penting: Pdt. Stephen Tong: Doktrin Allah Yang Pertama

"Mazmur 90:1-2 merupakan doktrin Allah tertulis yang pertama dalam sejarah karena Musa-lah yang pertama menuliskan firman Tuhan"

Mazmur 90:1-2: "Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah"

(dari Khotbah Kebaktian Syukur Akhir Tahun, 31 Desember 2013)