Semua raksasa-raksasa baik dalam politik, iman Kristen dan filsafat adalah pembaca-pembaca yang setia (careful reader). Alangkah indahnya bila buku buku berisi kebenaran berbobot yang membangun bisa dibaca. Mari kita melihat kesaksian mereka dan berharap kita juga bisa menjadi pembaca yang setia:
George Whitefield, seorang pengkhotbah Inggris yang diurapi Tuhan, pertama kali digerakkan melalui buku Henry Scougal, "Hidup Yang Berkelimpahan". Ia sendiri membaca tafsiran Matthew Henry 4x, dan kali terakhir sambil berlutut.
Salah satu Presiden Amerika Serikat yang terbesar, Abraham Lincoln pada waktu masih kecil, selain Alkitab King James Version, juga Aesop's Fables, buku John Bunyan "Pilgrim Progress", buku "Robinson Crusoe" dari Defoe, buku biografi Benyamin Franklin dan buku biografi George Washington.
Salah satu tokoh kemanusiaan terbesar Mahatma Gandhi dipengaruhi oleh beberapa buku yang dibaca berulang-ulang dan dimeditasikan yakni buku Plato "Apology", buku William Salter "Ethical Religion", buku Henry David Thoreau "On the Duty of Civil Disobedience", buku Leo Tolstoy "The Kingdom of God is Within You", dan lain-lainnya.
John Piper bersaksi: "Ketika saya masih di seminari, seorang profesor yang bijaksana mengatakan kepada saya bahwa, di samping membaca Alkitab, saya harus memilih seorang teolog besar dan menjadikannya proyek seumur hidup saya untuk mengerti dan menguasai pikirannya - membenamkan diri ke dalam realitas dari pada selalu terlibat dengan hal-hal hanya di permukaan saja. Suatu saat nanti saya mungkin dapat berbicara dengan orang ini seperti kepada seorang rekan dan mengetahui paling sedikit satu sistem yang bisa digunakan untuk membawa ide-ide lain ke dalam dialog yang memberikan manfaat. Itu adalah nasehat yang bagus. Theolog yang saya tekuni adalah Jonathan Edwards. Saya berutang padanya lebih daripada yang dapat saya jelaskan. Dia telah memberi makan jiwa saya dengan keindahan Allah dan kekudusan dan sorga ketika semua pintu lain tampaknya tertutup bagi saya"
(kesaksian John Piper dikutip dari "Supremasi Allah dalam Khotbah" [Surabaya: Momentum, 2008])
Renungan, Kutipan, Ayat dalam Teologi Reformed untuk Memperlengkapi Gereja bagi Kemuliaan Tuhan
Jumat, 31 Mei 2013
John Stott: Salam Perpisahan: Pentingnya Buku
John Stott adalah salah seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa, dan pemimpin terkemuka dari seorang Injili. Stott dianggap sangat berpengaruh dalam gerakan Injili. Pada November 2004, dalam editorial tentang John Stott, kolumnis New York Times David Brooks mengutip Michael Cromartie dari the Ethics and Public Policy Center yang berkata "jika orang Injil dapat memilih seorang Paus, maka John Stott lah yang akan dipilih".
John Stott ditetapkan sebagai "Commander of the Order of the British Empire" (CBE) oleh Ratu Elizabeth II dan dianggap 100 orang paling berpengaruh oleh majalah Time. Tetapi penghargaan tertinggi adalah ketika di akhir zaman nanti Tuhan berkata "masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuhanmu". Ia meninggal pada 27 Juli 2011 dalam damai sambil mendengarkan lagu-lagu dari Oratorio Messiah karangan komponis G F Handel dan Alkitab dibacakan oleh teman-temannya.
Setiap kali seorang hamba Tuhan yang setia dipanggil Tuhan, kita harus bersyukur karena seluruh hidupnya adalah sebuah panggung mempertontonkan betapa hebatnya dan berkuasanya Tuhan dalam memelihara dan memakai hambaNya yang tidak layak.
Berikut ini salam perpisahan dari buku terakhirnya "Radical Disciple":
Ketika saya meletakkan pena saya untuk terakhir kalinya (ini dalam makna hurufiah, harus saya akui bahwa saya bukanlah orang yang dapat menggunakan komputer) pada usia delapan puluh delapan. Saya berusaha menyampaikan pesan perpisahan ini kepada para pembaca saya. Saya berterimakasih untuk dukungan Anda sekalian, karena banyak dari Anda yang telah menuliskannya kepada saya.
Di masa yang akan datang nanti, tentu saja tidak ada satupun dari kita yang mengetahui akan seperti apa percetakan dan penerbitan buku di masa depan. Tapi secara pribadi saya yakin bahwa di masa depan, buku tetap terjamin keberadaannya, meskipun ia akan semakin diperlengkapi, buku-buku tersebut tidak akan pernah sepenuhnya tergantikan. Sebab buku memiliki keunikan tersendiri. Buku-buku kesukaan kita akan menjadi semakin berharga bagi kita dan bahkan kita akan membangun relasi yang semakin hidup dan semakin mencintai buku-buku tersebut. Mungkinkah hal ini adalah suatu yang terlalu berangan-angan bahwa ketika kita memegang, mengelus, bahkan mencium aroma buku-buku tersebut, kita menganggap hal itu sebagai tanda rasa kecintaan dan penghargaan kita atas buku itu?
Saya tidak sekedar menunjukkan hal ini kepada perasaan dari seorang penulis terhadap apa yang telah ia tulis, tapi pada semua pembaca dan perpustakaan pribadi mereka. Saya telah membuat hal ini menjadi sebuah peraturan yaitu untuk tidak mengutip dari buku apapun juga kecuali jika saya telah menguasai dan memahami buku tersebut. Jadi izinkan saya mendorong Anda untuk tetap membaca dan menyemangati sanak saudara dan rekan-rekan anda untuk melakukan hal yang sama. Sebab ini adalah anugerah yang paling sering diabaikan.
(dikutip dari Wikipedia dan buku "Murid Yang Radikal" [Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2010])
John Stott ditetapkan sebagai "Commander of the Order of the British Empire" (CBE) oleh Ratu Elizabeth II dan dianggap 100 orang paling berpengaruh oleh majalah Time. Tetapi penghargaan tertinggi adalah ketika di akhir zaman nanti Tuhan berkata "masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuhanmu". Ia meninggal pada 27 Juli 2011 dalam damai sambil mendengarkan lagu-lagu dari Oratorio Messiah karangan komponis G F Handel dan Alkitab dibacakan oleh teman-temannya.
Setiap kali seorang hamba Tuhan yang setia dipanggil Tuhan, kita harus bersyukur karena seluruh hidupnya adalah sebuah panggung mempertontonkan betapa hebatnya dan berkuasanya Tuhan dalam memelihara dan memakai hambaNya yang tidak layak.
Berikut ini salam perpisahan dari buku terakhirnya "Radical Disciple":
Ketika saya meletakkan pena saya untuk terakhir kalinya (ini dalam makna hurufiah, harus saya akui bahwa saya bukanlah orang yang dapat menggunakan komputer) pada usia delapan puluh delapan. Saya berusaha menyampaikan pesan perpisahan ini kepada para pembaca saya. Saya berterimakasih untuk dukungan Anda sekalian, karena banyak dari Anda yang telah menuliskannya kepada saya.
Di masa yang akan datang nanti, tentu saja tidak ada satupun dari kita yang mengetahui akan seperti apa percetakan dan penerbitan buku di masa depan. Tapi secara pribadi saya yakin bahwa di masa depan, buku tetap terjamin keberadaannya, meskipun ia akan semakin diperlengkapi, buku-buku tersebut tidak akan pernah sepenuhnya tergantikan. Sebab buku memiliki keunikan tersendiri. Buku-buku kesukaan kita akan menjadi semakin berharga bagi kita dan bahkan kita akan membangun relasi yang semakin hidup dan semakin mencintai buku-buku tersebut. Mungkinkah hal ini adalah suatu yang terlalu berangan-angan bahwa ketika kita memegang, mengelus, bahkan mencium aroma buku-buku tersebut, kita menganggap hal itu sebagai tanda rasa kecintaan dan penghargaan kita atas buku itu?
Saya tidak sekedar menunjukkan hal ini kepada perasaan dari seorang penulis terhadap apa yang telah ia tulis, tapi pada semua pembaca dan perpustakaan pribadi mereka. Saya telah membuat hal ini menjadi sebuah peraturan yaitu untuk tidak mengutip dari buku apapun juga kecuali jika saya telah menguasai dan memahami buku tersebut. Jadi izinkan saya mendorong Anda untuk tetap membaca dan menyemangati sanak saudara dan rekan-rekan anda untuk melakukan hal yang sama. Sebab ini adalah anugerah yang paling sering diabaikan.
(dikutip dari Wikipedia dan buku "Murid Yang Radikal" [Surabaya: Literatur Perkantas Jawa Timur, 2010])
Kamis, 30 Mei 2013
Kalimat Penting: John Piper: Pendeta bukan Profesional
"Kita [pendeta] adalah orang-orang bodoh demi Kristus; sedangkan kaum profesional itu orang bijak. Kita ini lemah; sedangkan kaum profesional itu kuat. Kaum profesional bergelimang kemuliaan, sedangkan kita penuh kehinaan. Kita tidak mengupayakan sebuah gaya hidup profesional, melainkan siap menjadi kelaparan dan kehausan dan kumal dan luntang-lantung".
(dari buku "Brothers, We Are Not Professionals" [Bandung: Pionir Jaya, 2011])
(dari buku "Brothers, We Are Not Professionals" [Bandung: Pionir Jaya, 2011])
Kalimat Penting: John Piper: Tujuan Utama Allah
"Tujuan utama Allah adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati kemuliaanNya untuk selamanya".
(dari buku "Brothers, We Are Not Professionals" [Bandung: Pionir Jaya, 2011])
Rabu, 29 Mei 2013
Panggilan Efektif
Panggilan
yang
ampuh [panggilan efektif] itu
berasal
dari
rahmat
Allah
yang
bebas
dan
khusus
semata-mata,
bukan
dari
apapun
yang
dilihat
lebih
dahulu
akan
ada
di
dalam
diri
manusia.
Dalam
hal
ini
manusia
sama
sekali
pasif,
hingga
dia,
karena
dihidupkan
dan
dibarui
oleh
Roh
Kudus,
dijadikan
mampu
menjawab
panggilan
itu
dan
memeluk
anugerah
yang
ditawarkan
dan
disampaikan
di
dalamnya.
(Pengakuan
Iman
Westminster,
Bab.
X,
Section
2).
Panggilan yang ampuh ialah karya Roh Allah. Dengannya, Dia meyakinkan kita akan dosa dan kemalangan kita, menerangi akal budi kita dalam pengetahuan Kristus, dan membarui kehendak kita dan dengan demikian mendorong kita dan membuat kita mampu memeluk Yesus Kristus yang ditawarkan kepada kita dengan cuma-cuma (Shorter Cathecism, Q. 31).
Panggilan yang ampuh ialah karya Roh Allah. Dengannya, Dia meyakinkan kita akan dosa dan kemalangan kita, menerangi akal budi kita dalam pengetahuan Kristus, dan membarui kehendak kita dan dengan demikian mendorong kita dan membuat kita mampu memeluk Yesus Kristus yang ditawarkan kepada kita dengan cuma-cuma (Shorter Cathecism, Q. 31).
Anthony Hoekema: Kelahiran Kembali
Panggilan efektif adalah tindakan Allah yang berdaulat melalui Roh
Kudus-Nya di mana Dia memampukan pendengar panggilan Injil untuk
meresponi panggilan-Nya dengan pertobatan, iman dan ketaatan.
[Mengutip Calvin]: hanya jika Allah bercahaya di dalam diri kita dengan terang Roh Kudus-Nya maka ada manfaat dari firmanNya. Maka panggilan di dalam, yang hanya efektif dan khusus bagi kaum pilihan, dibedakan suara manusia yang diterimanya dari luar.
Regenerasi [kelahiran kembali] adalah karya Roh Kudus yang dengannya Roh Kudus mula-mula membawa orang-orang ke dalam kesatuan yang hidup dengan Kristus, mengubah hati mereka sehingga mereka yang dulunya mati secara rohani menjadi hidup secara rohani, dan sekarang berkemampuan dan berkehendak untuk bertobat dari dosa, mempercayai Injil dan melayani Tuhan.
[Mengutip Calvin]: hanya jika Allah bercahaya di dalam diri kita dengan terang Roh Kudus-Nya maka ada manfaat dari firmanNya. Maka panggilan di dalam, yang hanya efektif dan khusus bagi kaum pilihan, dibedakan suara manusia yang diterimanya dari luar.
Regenerasi [kelahiran kembali] adalah karya Roh Kudus yang dengannya Roh Kudus mula-mula membawa orang-orang ke dalam kesatuan yang hidup dengan Kristus, mengubah hati mereka sehingga mereka yang dulunya mati secara rohani menjadi hidup secara rohani, dan sekarang berkemampuan dan berkehendak untuk bertobat dari dosa, mempercayai Injil dan melayani Tuhan.
Natur esensial dari Regenerasi: Regenerasi merupakan perubahan yang terjadi secara seketika.
Tidak bersifat progresif. Regenerasi merupakan perubahan yang supranatural bukan persuasi
moral atau psikologi agama. Regenerasi merupakan perubahan yang radikal. Regenerasi berarti pemberian atau penanaman kehidupan rohani
yang baru. Regenerasi merupakan suatu perubahan yagn mempengaruhi
keseluruhan pribadi. Regenerasi merupakan suatu perubahan yang terjadi di bawah
kesadaran.
(dicuplik dan disadur dari buku "Diselamatkan ole AnugerahNya")
Selasa, 28 Mei 2013
Jangan Menghina Anugerah Tuhan
Jangan menghina anugerah Tuhan...
ada banyak berkat rohani...
ada banyak berkat jasmani...
Tuhan yang mencipta...
Tuhan yang menebus...
Tuhan yang memelihara...
Tuhan yang menguduskan...
hidup jasmani...
hidup rohani...
hidup kekal...
begitu banyak berkat Tuhan...
jangan menghina Tuhan...
dengan melakukan...
apa yang jahat...
di mataNya...
Jangan menghina anugerah Tuhan...
dan mengkhianati kepercayaan Tuhan...
ada banyak berkat rohani...
ada banyak berkat jasmani...
Tuhan yang mencipta...
Tuhan yang menebus...
Tuhan yang memelihara...
Tuhan yang menguduskan...
hidup jasmani...
hidup rohani...
hidup kekal...
begitu banyak berkat Tuhan...
jangan menghina Tuhan...
dengan melakukan...
apa yang jahat...
di mataNya...
Jangan menghina anugerah Tuhan...
dan mengkhianati kepercayaan Tuhan...
Langganan:
Postingan (Atom)