Selasa, 07 Januari 2014

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (6)

Kesembilan, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima pembiusan.

Sebelum seseorang dipaku di atas kayu salib yang demikian menakutkan dan kejam, ia perlu terlebih dahulu melalui proses pembiusan. Sejarah mencatat dan memberitahukan kepada kita bahwa orang yang dipaku di kayu salib tidak akan mati pada hari itu. Melainkan ia harus melewati pergumulan kesakitan selama dua-tiga hari. Ia harus menangis sengsara. Pelan-pelan ia dibiarkan di atas sana sampai mati. Oleh sebab itu, di dalam situasi demikian, orang yang disalib perlu diberi arak. Ia perlu diberi cuka supaya ia tidak berasa sakit. Tetapi di saat Tuhan Yesus dipaku di atas kayu salib, tidak ada orang yang melakukan hal demikian.

Sehingga pada saat Dia berkata "Aku haus!" hanya ada satu orang yang berbaik hati mengasihi Tuhan. Orang itu mengambil busa yang dicelupkan ke dalam cuka dan menyodorkannya ke mulut Tuhan Yesus. Tetapi Alkitab memberitahukan bahwa Tuhan kita tidak mau meminumnya. Tuhan hanya mencicipinya sebentar. Mencicipi adalah untuk menjalankan sopan santun di antara manusia. Yesus Kristus tidak minum karena Dia tidak dapat menerima pembiusan. Dia mau tetap berada dalam keadaan yang masih memiliki kesadaran. Dia mau untuk masih bisa merasakannya dengan tuntas dan jelas. Dia mau untuk mengalami penderitaan demi menanggung dosa umat manusia.

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (5)

Ketujuh, salib adalah tempat di mana tidak ada naik banding.
Pada saat Tuhan Yesus ditangkap, Dia bertanya kepada orang-orang yang datang menangkap Dia, kata-Nya, "Siapakah yang kalian cari?" Jawab mereka, "Yesus dari Nazaret". Kata-Nya kepada mereka, "Akulah Dia" (Yoh. 18:4-5). Suara-Nya tenang dan lembut. Orang-orang itu sangat terkejut. Mereka tidak mengerti mengapa di saat ada bahaya besar di depan mata, Yesus Kristus masih dapat sedemikian tenang. Mereka ketakutan hingga bergerak mundur. Tuhan Yesus jelas dapat meminta pertolongan dari Allah supaya tanah bergoncang hingga pecah terbuka supaya orang-orang itu jatuh terperosok ke bawah. Atau seperti perkataan Tuhan Yesus yang lain, "Kau sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku?" (Mat. 26:53). Tetapi Tuhan Yesus tidak berbuat demikian karena salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima naik banding. [Tambahan saya: bahkan Tuhan Yesus sebagai Allah pun dapat menyerang sendiri dengan kuasa-Nya sebagai Pencipta, Penebus, Pemelihara dan Penyempurna serta Hakim Tertinggi].

Kedelapan, salib adalah tempat di mana orang tidak dapat menerima hasutan.
Orang-orang sekeliling Yesus Kristus yang sedang dipaku di atas kayu salib berkata kepada-Nya, "Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!" (Mat. 27:40). "Engkau menolong orang lain tetapi Engkau tidak dapat menolong diri sendiri. Engkau menyembuhkan orang lain tetapi diri-Mu sendiri justru digantung di atas kayu salib. Engkau mengatakan bahwa Engkau adalah Anak Allah. Bagaimana mungkin kami dapat percaya? Hahaha!" Mereka meludahi wajah-Nya. Menertawakan Dia. Mengejek Dia.

Namun Yesus Kristus tidak membalas sepatah kata pun. Dia tahu tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia ini. Dunia ini penuh dengan dosa, ketamakan, niat yang jahat, iri hati. Yudas menjual Tuhan hanya karena hati yang tamak. Orang Farisi memaku Tuhan juga hanya karena hati yang iri. Kita juga adalah orang berdosa yang menyebabkan Yesus dipaku di atas kayu salib. Anak Allah datang ke dunia hanya karena dosa kita. Jika kita yang dipaku di atas kayu salib, setelah mendengar kata-kata hasutan seperti itu, pastilah di dalam hati kita penuh dengan kemarahan. Kita ingin cepat-cepat turun untuk membuktikan siapa diri kita.

Jika Tuhan Yesus benar-benar turun dan berlutut kepada setan maka seluruh dunia akan menjadi Kristen. Mungkin setelah itu kita juga tidak perlu mengabarkan Injil sampai sekujur tubuh penuh dengan keringat. Tetapi jika demikian, apa yang manusia akan percayai justru adalah seorang Yesus Kristus yang tidak disalibkan. Mereka akan mendapatkan Yesus Kristus yang tidak mati untuk orang berdosa dan tidak menggenapi rencana Allah Bapa. Hal seperti ini bukanlah Injil. Tuhan Yesus tidak dapat dihasut. Dia tahu bahwa merekalah yang melawan Dia. Bukan hanya diri mereka yang sendiri yang melawan. Akan tetapi di balik itu ada kuasa Iblis yang sedang bekerja. Kita melawan. Kita menyerang. Dan kita salah paham kepada Tuhan Yesus karena kita tidak mengenal Dia. Karena di dalam hati kita ada dosa. Namun Tuhan Yesus justru mati di atas kayu salib demi dosa kita yang seperti itu.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib").

Senin, 06 Januari 2014

Kristus adalah Dasar Gereja...

Firman Tuhan...

dengan jelas...

mengajarkan bahwa...

Kristus...

adalah...

dasar gereja...

bukan uang...

bukan keputusan majelis...

bukan keputusan sinode...

bukan apapun...

Kristus adalah Kepala Gereja...

Firman Tuhan...

dengan jelas...

mengajarkan bahwa...

Kristus...

adalah...

Kepala gereja...

bukan Paus...

bukan ketua sinode...

bukan gembala sidang...

bukan ketua majelis...

bukan konglomerat...

bukan pendiri gereja...

Minggu, 05 Januari 2014

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (4)

Keenam, salib adalah tempat di mana tidak ada perlindungan.

Ketika Yesus Kristus berada di dalam taman Getsemani, Dia berdoa berkata "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku" (Mat. 26:39). Cawan pahit ini adalah cawan yang akan memisahkan Dia dengan Allah Bapa. Hal ini adalah sebuah rahasia yang sangat besar. Sebuah paradoks sangat besar yang terjadi dalam sekejap. Selanjutnya Yesus Kristus berkata, "tetapi janganlah seperti yang Ku-kehendaki. Melainkan jadilah seperti yang Engkau kehendaki".

Tidak lama kemudian Yudas membawa sekelompok orang. Mereka membawa pedang, pentung, dan obor api masuk ke tempat di mana Yesus berdoa di taman Getsemani. Petrus menjadi sangat marah. Ia mencabut pedangnya kepada kelompok orang itu. Lalu Petrus memotong telinga dari hamba Imam Besar. Tetapi Yesus Kristus bukan hanya tidak mendukung dia untuk terus membunuh. Yesus Kristus bahkan menyalahkan dia dan berkata "Simon! Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya. Sebab barangsiapa menggunakan pedang, dia akan binasa oleh pedang" (Mat. 26:52). Di sini nyata bagaimana Yesus Kristus menolak perlindungan yang berasal dari manusia.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (3)

Kelima, salib adalah tempat di mana belas kasihan tidak dapat diterima.

Pada saat Yesus Kristus berjalan memikul salib dari Yerusalem menuju ke atas Golgota, ada beberapa wanita yang sangat tergerak hatinya. Mereka ingin melihat Guru yang paling mereka kasihi sedang memikul salib yang begitu berat. Alkitab mencatat bahwa mereka menangis dan mengalirkan air mata karena hal itu. Adakah Yesus Kristus menerima belas kasihan mereka? Tidak.

Tuhan Yesus berkata kepada mereka "Jangan kamu menangisi Aku. Tetapi tangisilah dirimu dan anak-anakmu!" (Luk. 23:28). Salib adalah suatu tempat yang tidak menerima belas kasihan. Kita tidak perlu berbelas kasihan kepada Yesus. Dialah yang berbelas kasihan kepada kita. Jika Tuhan Yesus tidak dipaku di atas kayu salib, bagaimana mungkin ada dosa kita dapat diampuni? Bagaimana mungkin kesalahan kita dapat dihapus? Bagaimana mungkin tuntutan hati nurani dapat disingkirkan? Bagaimana mungkin catatan dosa kita dapat diselesaikan?

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")

Pdt. Stephen Tong: Tempat Apakah Salib Itu? (2)

Ketiga, salib adalah tempat di mana tidak ada kasih. Kristus menyatakan kasih Allah. Tetapi kasih Allah justru meninggalkan Dia sehingga Kristus harus berteriak, "Allah-Ku! Allah-Ku! Mengapa Engkau meninggalkan Aku?" (Mat. 27:46). Setiap helai rumput dan batang pohon menyaksikan kasih Allah. Hanya salib-lah tempat di mana sama sekali tidak ada kasih. Salib adalah ruang hampa kasih. Tidak ada kasih Allah juga tidak ada kasih manusia. Murid-murid sekalipun mengasihi Yesus dan berada di sekeliling-Nya, kasih mereka tidak dapat Yesus terima karena Dia harus terlebih dahulu menanggung dosa mereka.

Keempat, salib adalah tempat di mana tidak ada mujizat. Alkitab memberitahu kita bahwa Tuhan Yesus pernah melakukan tiga puluh lima kali mujizat. Tetapi tidak mujizat-pun yang dilakukan demi kepentingan diri-Nya sendiri. Tidak ada satu mujizat pun yang dilakukan-Nya yang bukan demi kemuliaan Allah. Bahkan di atas kayu salib, saat di mana Kristus paling perlu untuk melakukan mujizat, Dia juga rela melepaskan hak-Nya untuk melakukan mujizat. Kristus melepaskan kesempatan untuk membela diri.

bersambung...

(dari traktat "Tiga Salib")