Selasa, 04 Desember 2012

Anugerah untuk Anugerah

Kita...

perlu...

anugerah...

untuk...

bersandar...

pada...

anugerah...

Tuhan...

Senin, 03 Desember 2012

Pdt. Stephen Tong: Rasio: Di Manakah Tempatnya? (2)



Alangkah bodohnya jika seseorang mengatakan, "Hal ini tidak dapat diterima oleh akal saya. Karena tidak masuk akal saya maka itu bukan kebenaran". Orang seperti ini telah berbuat kesalahan dengan memutlakkan rasio yang pada hakekatnya tidak mutlak. Memperluas batasan rasio menjadi tidak terbatas akan menjerumuskan diri sendiri.

Jika seseorang menjadi seorang rasionil, maka kita harus menggunakan rasio kita sebaik mungkin. Jika kita memperdewakan rasio, maka kita mengetahui bagaimanapun kita mempergunakan rasio, kita tetap ada batasnya. Di dalam kedua hal penting ini kita mencari jalan yang benar, dan di sana kita menemukannya, yaitu penaklukkan rasio kepada kebenaran.

Jika memang rasio terbatas, apakah masih ada kebenaran di luar batas tersebut? Jika memang ada, bagaimana rasio dapat bertanggung jawab untuk kebenaran yagn berada di luar batas tersebut? Di sini diperlukan penaklukkan rasio kepada kebenaran. Kebenaran lebih besar dari pada "yang mengerti kebenaran" dan "yang mengerti kebenaran" mengalami perubahan karena mengisi, memenuhi dan mencerahkannya.

Barangsiapa mengerti kebenaran, hidupnya pasti berubah dari gelap menjadi terang, dari berpandangan sempit menjadi luas, dari terikat menjadi bebas. Sesuai dengan perkataan Yesus Kristus, "Jika engkau mengenal kebenaran, kebenaran itu akan memerdekakanmu" (Yoh. 8:32). Ayat ini merupakan penghiburan agung bagi manusia yang berasio untuk menikmati hidup yang seindah mungkin. Orang yang kaya dengan uang belum tentu bebas, tetapi orang yang kaya  kebenaran, pasti bebas.

(dari buku "Iman, Rasio dan Kebenaran")

Pdt. Stephen Tong: Rasio: Di Manakah Tempatnya? (1)

Ketika manusia dicipta menyerupai Penciptanya, ia memiliki hak yang khusus, yaitu memiliki rasio. Oleh karena itu, jika orang Kristen tidak mementingkan rasio atau meniadakan fungsi rasio di dalam kepercayaan atau sistem iman kita, maka kita telah menjual hak yang penting di dalam diri kita masing-masing. Tetapi celaka pula jika orang Kristen memperilah rasio, seingga rasio yang dicipta dimutlakkan seperti Allah yang mencipta. Ia akan mengalami kesulitan yang lebih banyak lagi.

Jangan meniadakan rasio tetapi juga jangan memperilah rasio. Jangan menyangkal rasio dan jangan mendewakan rasio. Rasio hanya suatu fungsi yang tinggi sekali yang dicipta oleh Tuhan di dalam diri manusia, yang serupa dan segambar dengan Tuhan sendiri. Oleh karena itu, rasio bukan tidak ada gunanya, tetapi rasio juga tidak setara dengan Tuhan Allah. Ilmu pengetahuan bukan tidak ada apa-apa, ilmu pengetahuan juga bukan segala-galanya, tetapi ilmu pengetahuan adalah sesuatu hal.

Berpikir bukan tidak ada nilainya, pikiran juga bukan segala-galanya tetapi pikiran adalah sesuatu yang penting. Tidak benar perkataan pemimpin-pemimpin yang tidak bertanggung jawab yang menanggap bahwa rasio itu tidak ada gunanya, yang hanya mengutamakan aspek percaya saja. Jika pemimpin gereja tidak mau berpikir, lalu berharap jemaatnya juga tidak berpikir, maka yang ada hanyalah orang bodoh yang memimpin orang bodoh dan menjadi gereja yang bodoh. Hanya pemimpin yang bodoh takut jemaatnya berpikir lebih banyak daripadanya. Ini adalah peperangan yang sulit bagi kita.

Allah adalah Pencipta rasio, rasio dicipta oleh Allah. Antara Pencipta dan yang dicipta selalu ada tenggang yang penting yang disebut sebagai Kualitas Pembeda. Perbedaan secara kualitas dan perbedaan secara esensi menunjukkan bahwa antara Pencipta dan yang dicipta pasti tidak sama.

(dari buku "Iman, Rasio dan Kebenaran")

Minggu, 02 Desember 2012

Oswald Smith: Dampak Kebangunan Rohani

Walaupun kebangunan rohani hanya diadakan beberapa minggu saja, tetapi jika Roh Kudus bekerja maka akan terbuka banyak sekali kesempatan kerja. Saya ingin menceriterakan beberapa contoh yang membuktikan hal ini.

Evan Roberts, pengkhotbah yang sungguh dipakai Tuhan dalam kebangunan rohani pada tahun 1904. Walaupun ia seorang pendeta ternama, tetapi hidupnya sangat sederhana. Ia mempergunakan semua waktunya untuk membaca dan jarang pergi keluar. Tidak terlalu lama setelah kunjungan saya ke rumahnya, saya pun menerima sepucuk surat tulisan tangannya sendiri, di sana ia menulis, "saat itu ada 20000 orang telah bertobat dan menjadi anggota gereja di Wales hanya dalam waktu lima minggu". Mungkinkah gereja dapat mencapai hasil sebesar itu dalam waktu sekejab?

Contoh kedua adalah pelayanan Charles Finney pada saat mengadakan kebangunan rohani di Amerika Serikat. Ketika ia memulai pelayanan itu, di seluruh Amerika hanya terdapat dua ratus ribu anggota gereja. Bayangkan sendiri, jumlah sekecil itu untuk Amerika yang begitu luas dan padat. Tetapi tahukan anda berapa jumlah anggota bereja setelah beberapa tahun kemudian? Saat itu, Charles Finney baru saja mengakhiri pelayanannya, ternyaa ada lebih dari tiga juta orang Kristen. Mungkinkah gereja dapat menjangkau jumlah sebesar itu tanpa suatu kebangunan rohani? Juga pada saat Finney berkampanye di Rochester, New York, diperkirakan ada seratus ribu orang telah menerima Kristus. Hanya karena suatu kebangunan rohani bukan?

Oswald Smith: Akibat Suatu Kebangunan Rohani

Sebenarnya suatu kebangunan rohani bukan diadakan bagi orang yang belum diselamatkan. Kebangunan rohani secara khusus diberikan hanya bagi umat Allah. Akan tetapi kita juga melihat bahwa tidak pernah kebangunan rohani hanya dihadiri oleh umat Allah saja, selalu ada orang-orang yang belum percaya juga hadir di dalamnya. Baiklah pengertian di atas ini kita pegang, bahwa suatu kebangunan rohani hanya diperntukkan bagi umat Allah.

Api yang besar harus dimulai dengan bunga api yang kecil. Jikalau tidak ada api sama sekali tidak mungkin terjadi kobaran api yang besar. Hal yang sama juga akan terjadi dalam suatu kebangunan rohani jemaat, yang harus dimulai dengan bara api kecil dan kemudian ditiup agar menyala kembali sehingga mampu memberikan kobaran yang luar biasa. Sebaliknya, jika bara api itu padam, maka sulit untuk dinyalakan kembali.

Dalam kebangunan rohani harus ada sesuatu yang dibangunkan! Orang mati tidak dapat dibangunkan. Mereka harus dihidupkan. Hanya orang hidup saja yang dibangunkan. Itu sebabnya kebangunan rohani harus dimulai dengan jemaat Tuhan sendiri. Kalau jemaat Allah telah bangun dalam nyala api kebangunan rohani, maka anak-anak kegelapan pun akan tertarik, mereka akan datang dan berkumpul mengelilingi api kebangunan itu.

Ini dapat diibaratkan dengan peristiwa kebakaran, yang akhirnya menarik perhatian masyarakat untuk mengerumuni dan menyaksikannya. Jika gereja benar-benar menyala maka dunia akan tertarik dan datang kepada Allah. Itulah sebabnya, kebangunan rohani harus dimulai dengan jemaat Tuhan, kemudian mengakibatkan keselamatan jiwa bagi orang yang belum bertobat. Kita telah membaca: "Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali?" Pemazmur menggunakan kata "kami" yang sebenarnya menunjuk pada umat Tuhan.

(dari buku "Merindukan Jiwa Yang Tersesat")

Sabtu, 01 Desember 2012

Ayat-Ayat: Penyertaan Tuhan (2)


DAUD:

Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia. (1 Sam. 18:14)
Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab TUHAN, Allah semesta alam, menyertainya. (2 Sam. 5:10)

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu itulah yang menghibur aku (Mzm 23:4).

YEREMIA:
Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." (Yer. 1:8).

YOHANES PEMBAPTIS:
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya, dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. (Luk. 1:66).

PAULUS:
Pada waktu pembelaanku yang pertama, tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku - kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka - tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa (2 Tim. 4:16-17).

Ayat-Ayat: Penyertaan Tuhan (1)

YUSUF:
Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia (Kis. 7:9).

MUSA:
Lalu FirmanNya: Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila aku telah membawa bangsa ini keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini (Kel. 3:12).

YOSUA:
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi (Yos. 1:9).

GIDEON:

Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis." (Hak. 6:16)

SAMUEL:

Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satupun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. (1 Sam. 3:19)