Minggu, 30 Juni 2013

Ayat-Ayat: Kelemahan Manusia dan Kuasa Allah

Bukankah telah Ku perintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, kemanapun engkau pergi (Yos. 1:9).

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Ku selamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya" (Hak. 7:7).

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam. Allah segala barisan Israel yang kau tantang itu...Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu [Goliat] dengan umban dan batu, ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya tanpa pedang di tangan (1 Sam. 17:45, 50).

Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan:aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Ku utus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kau sampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN" (Yer. 1:7-8).


Ayat-Ayat: Kelemahan Paulus & Anugerah Tuhan

Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkanNya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku (1 Kor. 15:9-10)

Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati (2 Kor. 4:1).

Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri dalam dagingku, yaitu seorang utusan iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna". Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus menaungi aku (2 Kor. 12:7-9)

Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku (1 Tim 1:12).

Aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihaniNya (1 Tim. 1:13A)

Sabtu, 29 Juni 2013

Robert Alden: 4 Binatang Bijaksana (Tafsiran Amsal 30:24-28)

Amsal 30:24-28: "Ada empat binatang yang terkecil di bumi, tetapi yang sangat cekatan: semut, bangsa yang tidak kuat, tetapi yang menyediakan makanannya di musim panas, pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu, belalang yang tidak mempunyai raja, namun semuanya berbaris dengan teratur, cicak yang dapat kautangkap dengan tangan, tetapi yang juga ada di istana-istana raja".

Bagian ini memperkenalkan kita kepada empat makhluk dalam dunia yang kecil tetapi bijaksana. Pertama adalah semut yang mempunyai sedikit kekuatan tetapi mempunyai pandangan yang jauh dengan mengumpulkan makanan untuk musim dingin. Pelajaran untuk kita sangat jelas. Bandingkan 6:6-8.

Binatang kedua adalah sejenis marmut. Binatang ini terkenal dengan kemampuannya membuat sarang di tempat yang tidak mudah didiami, yaitu antara batu karang. Mungkin pelajaran di sini ialah kita harus menerima segala keadaan bahkan keadaan buruk atau sukar sekalipun.

Belalang yang tidak mempunyai raja adalah hewan ketiga yang dipuji di sini. Meskipun tidak mempunyai raja, mereka dapat memobilisasi diri, berbaris dengan teratur dan menaklukkan. Ilustrasi hewan ini mengajar bahwa kesatuan dan hidup dengan harmoni dapat diperoleh kalau setiap anggota dari sekelompok masyarakat mau bekerja untuk kepentingan semua orang dan bukan merugikan orang lain atau memikirkan keuntungan diri sendiri.

Hewan keempat adalah cicak yang dapat ditangkap dengan tangan tetapi dengan mudah dapat mencari jalan istana-istana raja. Hewan ini tanpa menyogok atau cara-cara licik, masuk ke dalam ruangan-ruangan yang kita masuki bahkan dengan banyak usaha dalam hidup kita. Mungkin guru hikmat menekankan di sini bahwa kerendahan hati dan kejujuran akan menerima berkat sedangkan kehidupan yang mencari status atau berusaha mendapat kedudukan sosial yang lebih tinggi seringkali akan gagal. Pekerjaan cicak adalah sangat rendah tetapi memberikan berkat yang besar kepada manusia: mereka memakan serangga [juga nyamuk].

(dari buku "Tafsiran Praktis Kitab Amsal" [Malang: Literatur SAAT, 2002])

Robert Alden: Kemiskinan & Kekayaan (Tafsiran Amsal 30:7-9)

Amsal 30:7-9: "Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku."

Guru hikmat memulai ayat 7 dengan memakai orang pertama tunggal. Ia meminta dua hal sebelum ia meninggal, perlindungan dari dusta dan kebohongan dan kecukupan untuk keperluan sehari-hari, yaitu keadaan di antara dari kemiskinan dan kekayaan. 

Penulis berkata khususnya pada permohonan kedua, "Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku". Di sini ia menyatakan sebuah perbedaan antara keinginan dan keperluan. 

Ayat 9 menjelaskan mengapa kita harus minta agar keperluan kita terpenuhi, meminta terlalu banyak dapat membuat kita bersandar diri sendiri sehingga kita tidak mengakui Tuhan sebagai sumber berkat kita. Kalau kita mempunyai terlalu banyak, kita mungkin bersandar kepada kekayaan kita untuk mencukupi kita dalam segala keperluan kita. 

Pada pihak lain, terlalu sedikit juga tidak baik. Kemiskinan yang mungkin dapat membawa seorang kepada Tuhan dapat membawa orang lain menjadi bingung atau iri hati sehingga menyebabkan dia untuk mencuri. Hal ini tentu akan berakibat tidak mempermuliakan nama Tuhan. Hidup sederhana adalah kunci di sini (juga lihat Pengkhotbah 7:15-18). 

(dari buku "Tafsiran Praktis Kitab Amsal" [Malang: Literatur SAAT, 2002]) 

Jumat, 28 Juni 2013

Sinclair Ferguson: Persatuan dengan Kristus (2)

Kita telah melihat bahwa melalui persatuan dengan Kristus, semua yang adalah milikNya menjadi milik kita melalui iman. Persembahan diriNya menjadi milik kita untuk membawa pengampunan bagi dosa kita; hidup ketaatanNya menjadi milik kita untuk memberi kita status yang baru sebagai anak-anak Allah.

Tetapi ketika kita dipersatukan denganNya, juga ada pengertian bahwa hidup dan kuasaNya tersedia bagi kita untuk mentransformasi (mengubah) hidup kita. Kita bahkan dapat mengatakan bahwa ketika kita dipersatukan dengan Kristus, seluruh kehidupan masa laluNya tersedia bagi kita, bukan hanya untuk menggantikan masa lalu kita (melalui pengampunanNya), tetapi juga secara aktual menguduskan hidup kita saat ini, sehingga masa lalu kita dapat dicegah untuk mendominasi hidup Kristen kita pada saat ini.

Kita yang pada masa lalu telah merusak gambar Allah dengan dosa, dapat menatap wajah Kristus dan menemukan sumber kuasa dan kekudusan yang kita perlukan supaya kuasa dosa masa lalu kita tidak menghancurkan kita pada masa kini.

Maka dalam kata-kata yang lebih umum, Louis Berkhof mengatakannya seperti ini: "Melalui persatuan ini orang-orang percaya diubah ke dalam gambar Kristus  'menurut natur manusiaNya'. Apa yang diakibatkan Kristus pada umatNya, dalam satu pengertian, adalah suatu replika atau reproduksi dari apa yang terjadi dalam diriNya. Bukan hanya secara obyektif tetapi juga dalam pengertian subyektif mereka [orang-orang percaya] menderita, menanggung salib, disalibkan, mati, dan dibangkitkan ke dalam hidup baru bersama Kristus. Orang percaya juga mempunyai bagian [sampai taraf tertentu] bersama dengan pengalaman-pengalaman Tuhan mereka, Mat. 16:24; Rm 6:5; Gal. 2:20; Kol. 1:24; 2:12; 3:1; 1 Ptr. 4:13".

(dari buku "Kehidupan Kristen" [Surabaya: Momentum, 2007])

Sinclair Ferguson: Persatuan dengan Kristus (1)

Persatuan dengan Kristus sering kali digambarkan sebagai keberadaan kita "di dalam Kristus", Paulus menyebut pembaca-pembacanya "orang-orang kudus", orang-orang yang dipisahkan oleh dan bagi Allah dan dia secara bervariasi menyebut mereka sebagai orang-orang yang ada "di dalam Kristus" atau "di dalam Kristus Yesus" atau "di dalam Tuhan Yesus Kristus" (1 Kor. 1:2; Ef. 1:1; Flp. 1:1; Kol. 1:2; 1 Tes. 1:1; 2 Tes. 1:1).

Sejajar dengan ini adalah penekanan lain - Kristus "di dalam" orang percaya (bdk. Rm 8:10; Gal. 2:20; Kol. 1:27). Ekspresi-ekspresi ini menunjukkan kedekatan ikatan antara Tuhan kita dan umatNya. Ini merupakan salah satu dari "misteri-misteri" besar yang telah dinyatakan dalam Injil (Kol. 1:27). Ini merupakan sesuatu yang Allah beritahukan hanya melalui pernyataan (wahyu).

Persatuan dengan Kristus merupakan dasar dari semua pengalaman rohani dan semua berkat rohani kita. Semua ini diberikan kepada kita "di dalam Kristus" dan hanya mereka yang ada "di dalam Kristus" yang bisa mengalaminya. Paulus menekankan hal ini khususnya di Efesus 1:3-14 yang sebelumnya telah kita diskusikan dalam kaitan dengan rencana keselamatan di bab 2. Dalam teks Yunani, dua belas ayat ini sebenarnya merupakan satu kalimat panjang! Paulus begitu terbawa dalam perasaannya akan berkat-berkat yang besar dari Injil, sehingga dia hampir-hampir tidak ada waktu untuk berhenti sebentar untuk mengambil nafas.

Kita telah diberkati di dalam Kristus, kata Paulus, sebagaimana kita telah dipilih (ayat 4), dianugerahi (ayat 6), ditebus (ayat 7), diperdamaikan (ayat 10), ditetapkan (ayat 11) dan dimeteraikan (ayat 13) di dalam Kristus. Kehidupan orang Kristen dari awal sampai akhir merupakan kehidupan yang berpusat pada Kristus dan kita terus menerus memandang kepadaNya untuk semua pemenuhan rohani yang kita butuhkan. Semua berkat rohani ada di dalam Dia, dan hanya jika kita sendiri, menurut pemahaman Paulus, berada 'di dalam Kristus", barulah kita akan menemukan bahwa berkat-berkat yang adalah milik kita di dalam Kristus menjadi kenyataan dalam pengalaman kita sendiri.

(dari buku "Kehidupan Kristen" [Surabaya: Momentum, 2007])

Kamis, 27 Juni 2013

D. James Kennedy: Alkitab Mengilhami Banyak Orang (2)

Napoleon Bonaparte, orang besar yang menaklukkan sebagian besar Eropa berkata, "Alkitab bukan sekedar buku, tetapi kuasa hidup yang menaklukkan semua yang menentangnya".

Presiden [Amerika Serikat] John Quincy Adams berkata "Alkitab adalah kitab mengenai segala hal untuk dibaca di segala usia dan di segala keadaan kehidupan manusia; bukan untuk dibaca sekali, dua kali atau tidak kali sampai habis, dan kemudian disampingkan; tetapi untuk dibaca sedikit demi sedikit, terdiri atas satu dua pasal sehari".

Immanuel Kant, ahli falsafah yang tidak menganut agama orthodoks apapun, berkata, "Keberadaan Alkitab sebagai kitab untuk manusia merupakan hikmah paling besar yang umat manusia pernah bisa alami".

Ruth Bell Graham, istri Billy Graham berkata, "Jika anak-anak kita punya latar belakang rumah tangga yang patuh kepada Allah dan bahagia dan iman yang tak tergoyahkan bahwa Alkitab memang adalah firman Allah, maka mereka akan memiliki dasar yang kekuatan neraka tidak akan bisa goncang".

(dari buku D. James Kennedy, "Bagaimana Jika Alkitab Tidak Pernah Ditulis?" [Batam: Interaksara, 1999])