Rabu, 04 Juni 2014

Edward T. Welch: Menghadapi Kecanduan

Pertama, siapakah orang-orang yang telah digunakan Allah untuk mengubah Anda? Apakah Anda melihat suatu pola? Sangat mungkin mereka sungguh-sungguh mengasihi Anda, mereka tidak bersikap menghakimi, mereka bisa mengucapkan perkataan yang keras kepada Anda, dan mereka tetap bersama Anda bahkan ketika Anda tidak dapat mengendalikan diri. Sementara Anda mengingat mereka, bersyukurlah kepada Allah. Melalui mereka, Dia telah menjumpai Anda dengan anugerah-Nya.

Kedua, apakah Anda merasa dihakimi oleh orang lain? Apakah Anda menggunakan hal itu sebagai alasan untuk menarik diri dari orang-orang yang mengasihi Anda? Setiap langkah yang memisahkan dan melepaskan diri merupakan langkah menuju  kegelapan. Jangan melangkah ke sana. Pertama, pertimbangkan apa yang mereka katakan. Apakah mereka benar? Apakah ada setitik kebenaran di dalam apa yang mereka katakan? Jika demikian, jadilah seorang pendengar. Ini merupakan salah satu tanda dari orang yang bijaksana. Ditegur tidaklah sama dengan dihakimi secara munafik.

Ketiga, jika Anda ketahuan telah mengalami kecanduan dan hidup Anda terasa menyedihkan, berhati-hatilah. Apakah Anda merindukan hari-hari ketika kecanduan yang Anda lakukan sembunyi-sembunyi itu terasa menyenangkan? Apakah Anda merasa lebih terusik oleh konsekuensi dari perbuatan Anda dari pada oleh dosa itu sendiri? Jika memang demikian, hal ini berarti bahwa Anda masih diperbudak oleh kecanduan. Bicarakan hal ini secara terbuka dan jujur pada seseorang. Jika hal ini Anda rasakan sebagai langkah yang terlalu besar, bergabunglah dengan kelompok orang yang mengalami kecanduan dan ceritakan hal ini di sana.

Keempat, ingatlah, apa yang terjadi ini adalah mengenai hubungan Anda dengan Allah.

(dari buku "Kecanduan" [Surabaya: Momentum])