Jumat, 19 April 2013

Herman Ridderbos: Bekerja Selama Siang (Tafsiran Yoh. 9:4)


Yohanes 9:
9:1  Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2  Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3  Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4  Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.
_____________________

Kewajiban untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan ini diperluas kepada murid-murid Yesus. Itu bukan hanya suatu keharusan yang diletakkan pada mereka sebagai suatu tugas; itu juga 'keharusan' rencana penebusan ilahi di mana mereka telah dikumpulkan. Pekerjaan-pekerjaan ini adalah pekerjaan-pekerjaan Dia yang mengutus Yesus ke dalam dunia untuk menyelesaikannya (bdk. 4:34; 5;17; 10:32). 

Bahwa menurut pembacaan yang paling mungkin, hal Yesus melibatkan murid-muridNya dalam pekerjaan-pekerjaan ini tidaklah mengherankan. Inji juga terjadi di tempat-tempat lainnya di mana murid-murid dilaporkan berada dalam kawanan Yesus (bdk. 3:11; 4:38; 6:5, 10, dst). Dan fakta bahwa 'kita' menempati posisi tegas semacam itu, tampaknya berarti bahwa - apapun yang mungkin menempati yang lain dan apapun pertanyaan yang murid-murid itu sendiri miliki sehubungan dengan pemerintahan Allah atas dunia - bagi mereka, melakukan pekerjaan-pekerjaan Dia yang mengutus Yesus merupakan perintah besar masa itu. Itu karena waktu sedang menekan: "sementara hari siang"; "malam akan datang ketika tidak seorangpun dapat bekerja". 

Beberapa penafsir berpendapat yang mendasari ucapan terakhir ini adalah ucapan hikmat (bdk juga 11:9 dst). Tentu saja ini sangat mungkin (bdk. 4:35). Tetapi yang dipertaruhkan di sini lebih dari hikmat umum semacam itu. Apa yang memberikan tekanan pada Yesus dan apa yang murid-muridNya harus sadari adalah bahwa waktuNya tersedia terbatas (bdk. ayat 5, 12:35). Semua peristiwa yang dikisahkan di sini dan dalam pasal-pasal berikutnya di bawah tekanan dari akhirNya yang semakin dekat. 

(dari buku "Injil Yohanes: Suatu Tafsiran Theologis")