Jumat, 10 Agustus 2012

Masalah-Masalah Gereja Masa Kini (1)

Terdapat sejumlah masalah-masalah dalam gereja masa kini.

Pertama, gereja tidak sepenuhnya dengan konsisten menerima dan menjalankan kepercayaan bahwa Alkitab adalah firman Allah. Mungkin banyak orang Kristen dan gereja Tuhan secara verbal mengakui bahwa Alkitab adalah firman Allah. Tetapi banyak orang Kristen belum membaca Alkitab secara rutin. Banyak mimbar tidak memberitakan Alkitab secara konsisten. Bahkan banyak praktek pelayanan tidak sesuai dengan Alkitab. Misalnya, 1 Korintus 14 dengan jelas menyatakan bahwa bahasa Roh, jika disampaikan kepada jemaat harus disertai dengan tafsiran. Tetapi praktek ini tidak dijalankan.

Kedua, banyak ajaran yang dikembangkan dalam gereja adalah konsep "comot-comot ayat". Misalnya Doa Yabez digembar-gemborkan seolah-olah harta adalah segala-galanya, tanpa memperhatikan ayat-ayat lain dalam Alkitab. Padalah 1 Timotius 6 menyatakan bahwa cinta uang adalah akar segala kejahatan. Seharusnya, suatu konsep yang diajarkan mempunyai dasar secara total dalam Alkitab dan bukan hanya satu dua ayat saja.

Ketiga, gereja dan orang percaya menyukai hal-hal yang menarik, spektakuler, instan, tanpa mengujinya apakah sesuai dengan Alkitab atau tidak. Padahal yang menarik dan spektakuler belum tentu benar, bahkan bisa saja merupakan kekejian di mata Tuhan. Misalnya, konsep sempit bahwa setiap mujizat pasti berasal dari Tuhan. Padahal, mujizat bisa berasal dari setan (2 Tes 2) dan bahkan orang yang bermujizat dalam nama Tuhan Yesus pun, bisa-bisa masuk neraka (Mat. 7:21-23).

Keempat, gereja dan orang percaya lebih menyukai makanan jasmani dari pada makanan rohani. Di banyak kota, orang Kristen sudah menetapkan aturan: "kalau tidak ada makan malam (bukan snack), tidak boleh ada kebaktian/ seminar". Padahal, Tuhan Yesus berkata "manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat. 4:4). Ayat ini sekarang dibalik dalam gereja. "manusia hidup bukan dari firman yang keluar dari mulut Allah saja, tetapi dari roti". Tuhan Yesus juga berkata: "bekerjalah bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu" (Yoh. 6:27).