Jumat, 28 Desember 2012

Yap Un Han: Ciri Hamba/Pelayan Tuhan (1)

Pertama, memiliki persembahan dan penyerahan hidup. Seseorang yang sungguh-sungguh mempersembahkan diri, harus mempunyai persembahan dan penyerahan hidup yang tuntas. Dia akan menghancurkan segala berhala dalam bentuk cita-cita diri untuk semata-mata melayani Tuhan. Bahkan secara terus menerus ia akan memangkas tujuan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kedua, memiliki misinasi yang kuat. Orang yang mempersembahkan dan menyerahkan diri, mempunyai tuntutan baru yang tertinggi, adalah: mengabarkan Injil dan membawa jiwa-jiwa pada Tuhan. Dan orang yang mempunyai misinasi kuat akan menunjukkan:

(a) memiliki keyakinan penuh terhadap Injil. Tuhan Yesus yang sudah bangkit, terlebih dahulu memperlihatkan tangan dan rusukNya kepada para murid, setelah itu mengutus mereka dengan mengatakan, "sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu" (Yoh. 20:21). Seorang yang memiliki misinasi yang kuat terhadap Injil yang dikabarkan harus terlebih dahulu memiliki keyakinan yang mantap, barulah bisa diutus untuk memberitakannya. Ia pun harus mempunyai keyakinan yang mantap terhadap Injil, dengan demikian tidak ragu-ragu untuk memberitakan Injil.

(b) memiliki hati rela berkorban. Seseorang yang mempunyai keyakinan mantap secara wajar akan rela memberikan pengorbanan untuk Injil yang diberitakannya. Tetapi jika keyakinannya terhadap Injil labil, maka pandangannya terhadap nilai-nilai Injil pun mengalami kelabilan. Dengan demikian, mempengaruhi sikapnya dalam pelayanan. Bagaimana dengan rasul Paulus? Ia mengatakan, "malahan segala sesuatu ku anggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus" (Flp. 3:8).

(c) memiliki kekuatan doa. Seseorang yang memiliki misinasi yang kuat akan selalu mendekatkan diri melalui doa untuk memohon kekuatan Roh Kudus, karena pelayanan doa, dan kuasa Roh Kudus mempunyai kaitan satu dengan yang lainnya. Sebenarnya doa merupakan satu pekerjaan dan Tuhan berkenan memberkati mereka yang mau bersandar kepadaNya melalui doa. Ada seorang majelis senior mengatakan, pemimpin yang tidak berdoa, hanyalah seorang pemimpi, yang tidak mempunyai visi. Hanya pelayan yang mempunyai Roh Kudus yang dapat mengalirkan sumber air hidup.

(dari buku "Problematika Hamba Tuhan")