Rabu, 16 Januari 2013

Pdt. Stephen Tong: Menerima Roh Kudus - Permohonan Pada Bapa (1)

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberi ular kepada anaknya itu sebagai pengganti ikan? Atau jika ia minta telur akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya. Artinya, datanglah kepada Tuhan, mintalah kepada Tuhan. Berserulah dalam nama Kristus dan mintalah pertolongan, pengampunan, hidup yang kekal, penyertaan, serta kuasaNya, Tuhan akan mengirim Roh Kudus kepadamu.

Di butir keempat ini terdapat satu keganjilan: mengapa banyak orang minta Roh Kudus, akhirnya yang dia peroleh bukan Roh Kudus? Bukankah Tuhan berkata, "jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anakmu, apalagi Bapamu di sorga, tidakkah Dia akan memberikan Roh Kudus kepada orang yang meminta kepadaNya? Menurut prinsip Alkitab: yang meminta Roh Kudus akan dierikan. Tetapi say amenegaskan, mereka "meminta-minta" sehingga yang didapat bukan Roh Kudus. Mengapa hal itu terjadi?

Sekarang kita perlu meluruskan keganjilan seperti itu. Pertanyaan pertama yang perlu dipersoalkan ialah: apakah saudara mengira orang yang berdoa minta Roh Kudus itu sungguh minta Roh Kudus? Jawabnya: belum tentu. Apabila seseorang meminta Roh Kudus dengan mempunyai praanggapan yang salah pada dasar imannya, maka permintaan doanya akan melenceng.

Pada saat seseorang berdoa, berdoa, berdoa, janganlah Saudara hanya melihat fenomena doanya, tetapi harap Saudara melihat terlebih dahulu motivasi doanya, pengertian doanya, dan isi permintaan doanya. Doa berarti menaklukkan diri kepada Allah, mengakui bahwa hanya Allah yang berdaulat atas diri kita. Barangsiapa memakai istilah doa dan aktivitas doa untuk memuaskan ambisi pribadi, dia adalah orang yang egois, yang belum pernah tahu apa itu doa. Pada saat seperti itu, pada hakekatnya, ia belum berdoa. Doa adalah mengakui kedaulatan Allah. Doa adalah mengabdikan diri di bawah kuasaNya. Doa adalah mengakui hanya Allah yang mempunyai kedaulatan, ketuhanan atas dirinya. Sebagai ciptaan ia patut mematuhkan diri kepadaNya. Itu yang disebut doa.

Bersambung...

(dari buku "Roh Kudus, Doa dan Kebangunan")